TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Stabilitas Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global, Menko Airlangga: Perekonomian Nasional Masih dalam Track yang Positif

Agus Haryanto
29 June 2026 | 11:27
rubrik: Business Info
Stabilitas Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global, Menko Airlangga: Perekonomian Nasional Masih dalam Track yang Positif

foto: www.ekon.go.id

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan berada pada jalur yang positif.

Indonesia juga berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dimana pada triwulan I Tahun 2026, ekonomi tumbuh sebesar 5,61% (yoy), melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN.

“Kita juga menjaga inflasi, inflasi kita di bulan Mei ini sekitar 3%. kemudian juga kita bisa menjaga domestic demand di mana indeks keyakinan konsumennya masih di atas 100 bahkan 120. Kemudian kita menjaga juga dari segi meraca perdagangan, ini sekarang tren-nya positif di USD0,09 miliar di bulan April ini. Nah, kemudian kita lihat juga PMI S&P dari segi manufaktur masih di angka 50, jadi relatif baik. Kemudian cadangan devisa Mei ini sekitar USD144,9 miliar. Jadi relatif perekonomian masih dalam track yang positif,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Update CNBC Indonesia, Senin (29/06) sebagaimana dikutip dari ekon.go.id.

Untuk memperkuat daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi pada Semester II Tahun 2026, Pemerintah telah meluncurkan kebijakan stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan, bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai bagi pelaku usaha tahu dan tempe, diskon transportasi untuk moda udara, kereta api, dan angkutan laut kelas ekonomi, serta berbagai insentif yang mendorong aktivitas konsumsi masyarakat selama masa libur sekolah serta momen Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan program magang nasional bagi generasi muda yang akan dimulai pada Juli 2026. Program tersebut memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja di berbagai sektor industri, jasa, dan ekonomi digital selama enam bulan dengan dukungan insentif dari Pemerintah. Bersamaan dengan itu, Pemerintah juga menyiapkan program vokasi dan reskilling bagi sekitar 220 ribu lulusan SMK meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan memperluas akses terhadap peluang kerja, termasuk di pasar kerja internasional.

BACA JUGA:   Respons Cepat Penanganan Banjir di Kawasan Spring Valley Sentul City

Di sisi lain, Pemerintah terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional. Salah satu capaian penting adalah penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan dapat diratifikasi pada tahun ini. Melalui perjanjian tersebut, sekitar 90 persen produk Indonesia berpotensi memperoleh tarif masuk nol persen ke pasar Uni Eropa.

Selain itu, Indonesia juga terus memperkuat keterlibatan dalam berbagai forum dan kerja sama internasional, termasuk proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) serta Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan daya saing nasional, serta memperkuat kualitas kebijakan ekonomi domestik.

Lebih lanjut, dalam mendukung transformasi ekonomi jangka panjang, Pemerintah tengah mempersiapkan pembentukan financial center di Bali melalui kerangka regulasi khusus yang saat ini sedang dibahas bersama parlemen. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui berbagai proyek energi bersih yang didukung pembiayaan Just Energy Transition Partnership (JETP), termasuk proyek geothermal dan waste-to-energy.

Menutup keterangannya, Menko Airlangga mengajak pelaku usaha dan investor untuk memanfaatkan momentum kondisi ekonomi global saat ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi usaha. “Dalam situasi seperti ini biasanya capital goods itu menjadi sangat kompetitif atau relatif murah. Jadi kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Jadi bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ini waktu yang sangat tepat,” pungkas Airlangga.

Tags: Kemenko Perekonomian
Previous Post

BNI Hadirkan Pengalaman Belanja Praktis dan Hemat di Mommy n Me 2026

Next Post

Mini LNG Plant di Tuban Resmi Beroperasi, Siap Produksi LPG 9.800 Ton per Tahun untuk Perkuat Pasokan Energi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR