Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berbalik menguat pada perdagangan Selasa (30/6/2026), seiring membaiknya sentimen pasar global dan regional setelah bursa saham Amerika Serikat maupun Asia ditutup di zona hijau.
Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya yang dirilis melalui laman samuel.co.id menyampaikan bahwa IHSG berpeluang bergerak naik pada perdagangan hari ini, didukung optimisme investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik serta penguatan saham-saham teknologi di pasar global.
Pada perdagangan Senin (29/6/2026) waktu Amerika Serikat, tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,59 persen, S&P 500 menguat 1,18 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,07 persen.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan optimisme pelaku pasar. Selain itu, penguatan saham-saham sektor teknologi, terutama Alphabet, turut menjadi motor penggerak reli di Wall Street sehingga indeks Dow Jones kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik tipis 0,13 persen menjadi 4,374 persen. Sementara itu, Indeks Dolar Amerika Serikat (US Dollar Index/DXY) melemah 0,25 persen ke level 101,11.
Sementara dari pasar komoditas, mayoritas harga komoditas mencatatkan kenaikan. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,20 persen menjadi US$70,75 per barel. Minyak Brent juga menguat 1,61 persen menjadi US$73,15 per barel.
Harga batu bara turut naik 1,35 persen menjadi US$127,70 per ton, sedangkan minyak sawit mentah (CPO) meningkat 0,44 persen ke level MYR4.588 per ton. Berbeda dengan komoditas lainnya, harga emas justru terkoreksi 1,78 persen menjadi US$4.016 per ounce.
Pergerakan positif juga terjadi di kawasan Asia. Pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026), indeks Hang Seng menguat 1,57 persen, Shanghai Composite naik 1,16 persen, sedangkan Nikkei bertambah 0,15 persen.
Di tengah penguatan bursa regional tersebut, IHSG justru ditutup melemah 1,28 persen ke level 5.820,79.
Tekanan terhadap IHSG juga diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp881,5 miliar. Nilai tersebut terdiri atas net sell Rp854,1 miliar di pasar reguler dan Rp27,4 miliar di pasar negosiasi.
Saham-saham yang mencatatkan aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler adalah BBCA sebesar Rp423,6 miliar, disusul BMRI Rp97,8 miliar, serta TLKM Rp71,2 miliar.
Di sisi lain, investor asing masih membukukan pembelian bersih pada beberapa saham, antara lain DSSA sebesar Rp55,8 miliar, PGAS Rp39,8 miliar, dan ANTM Rp36,5 miliar.
Adapun saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya antara lain MPRO, ENRG, dan DSSA. Sebaliknya, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari pelemahan saham BBCA, TLKM, dan BREN.
Memasuki perdagangan Selasa pagi, sentimen positif masih berlanjut di kawasan Asia. Indeks KOSPI dibuka menguat 0,06 persen, sementara indeks Nikkei melonjak 1,05 persen.
Dengan kombinasi penguatan bursa global, stabilnya pasar komoditas, serta membaiknya sentimen kawasan, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini, meskipun pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati arus dana asing dan perkembangan ekonomi global sebagai faktor yang dapat memengaruhi arah pergerakan indeks.
