TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Mengawali Perdagangan di Zona Merah, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

Agus Haryanto
30 June 2026 | 09:20
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6/2026) dengan bergerak di zona merah. IHSG dibuka turun 19,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.801,45 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga dibuka melemah 4,02 poin atau 0,70 persen ke posisi 568,99.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi di BEI terpantau cukup aktif. Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 1,12 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,06 triliun, serta frekuensi transaksi sekitar 94 ribu kali.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan indeks. Hingga pembukaan perdagangan, beberapa saham yang menjadi penekan utama antara lain BBCA yang turun ke posisi Rp5.700 per saham, BBRI melemah ke level Rp2.760 per saham, BMRI turun ke posisi Rp3.900 per saham, BBNI terkoreksi ke level Rp3.780 per saham, TPIA melemah ke posisi Rp1.780 per saham, serta DSSA turun ke level Rp690 per saham.

Mayoritas sektor saham bergerak di zona negatif, terutama sektor keuangan, energi, bahan baku, dan infrastruktur yang mengalami tekanan jual sejak awal sesi.

Analis menilai pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh sikap hati-hati pelaku pasar yang mencermati perkembangan sentimen global serta masih berlanjutnya aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung maupun mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Secara teknikal, level 5.800 menjadi area support psikologis yang penting bagi IHSG. Apabila level tersebut mampu dipertahankan, indeks berpeluang mengalami rebound teknikal menuju kisaran 5.850–5.900. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus level 5.800, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.750–5.770.

BACA JUGA:   Penutupan Perdagangan, Indeks di Zona Hijau

Pelaku pasar juga masih menunggu katalis positif, baik dari perkembangan ekonomi global maupun domestik, yang diharapkan dapat mendorong kembali minat beli investor dan memperbaiki pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Hingga Akhir Mei, IPCC Catatkan Pertumbuhan 14,6% di Tengah Dinamika Pasar

Next Post

Meski Laba Turun 50% Akibat Tekanan Geopolitik, CHIP Tebar Dividen Rp1,43 per Saham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR