Jakarta, TopBusiness – PT Mutuagung Lestari Tbk (IDX: MUTU) memperkuat langkah ekspansi bisnis di sektor sertifikasi produk halal dan layanan Environmental, Social and Governance (ESG) melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menggandeng sejumlah investor strategis.
Masuknya investor baru diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan sertifikasi, inspeksi, verifikasi, dan assurance, baik di pasar domestik maupun internasional.
Salah satu investor yang akan berpartisipasi dalam aksi korporasi tersebut adalah Sandiaga Salahuddin Uno. Investasi dilakukan melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya.
PT Samala Serasi Utama merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.
Selain Sandiaga Uno, aksi private placement MUTU juga diikuti oleh Ridzki D. Kramadibrata, yang pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer Grab Indonesia dan Chief Operating Officer AirAsia Indonesia.
Masuknya para investor strategis tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap prospek bisnis MUTU sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA).
Sandiaga Uno mengatakan kebutuhan terhadap layanan sertifikasi dan assurance akan terus meningkat seiring perubahan arah industri global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, transparansi, serta tata kelola perusahaan.
“Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
MUTU menilai tren penerapan prinsip ESG di berbagai sektor membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan. Selain memperkuat bisnis inti di bidang sertifikasi dan assurance, perusahaan juga membidik pengembangan usaha pada sektor sertifikasi halal serta industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Prospek sektor halal dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data konsumsi umat Muslim dunia, nilai belanja pada enam sektor ekonomi syariah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap pertumbuhan pasar halal global tersebut. Karena itu, pengembangan industri halal, termasuk layanan sertifikasi yang kredibel dan diakui secara internasional, menjadi kebutuhan yang terus meningkat.
Di sisi lain, pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional juga mendorong kenaikan permintaan terhadap layanan inspeksi, sertifikasi, dan assurance guna meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global.
Dengan dukungan investor baru dan prospek pasar halal yang terus berkembang, MUTU optimistis dapat memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan TICVA di Indonesia.
