Jakarta, TopBusiness – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan melakukan penyesuaian biaya tarik tunai tanpa kartu di ATM-ATM-nya. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada tanggal 15 Juli 2026 nanti.
Selama ini transaksi tarik tunai di nasabah Bank Mandiri tidak dikenai biaya. Namun begitu, kebijakan tersebut diklaim untuk meningkatkan kualitas pelayanan digital.
Demikian seperti disebutkan oleh keterangan resmi Bank Mandiri yang dikutip dari laman Bank Mandiri, Kamis (2/7/2026).
“Per tanggal 15 Juli 2026, tarik tunai tanpa kartu via Livin’ by Mandiri akan dikenakan biaya sebesar Rp 500,- (lima ratus rupiah) per transaksi,” sebut keterangan tersebut.
Namun begitu, keterangan itu memberikan catatan, untuk nominal biaya di atas merupakan acuan umum. Bank berhak menerapkan struktur biaya yang berbeda dan akan diinformasikan kepada Nasabah pada halaman konfirmasi transaksi.
“Penyesuaian biaya ini merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital yang andal, cepat, dan nyaman. Langkah ini juga bertujuan memastikan tersedianya layanan optimal sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan lancar,” katanya.
Tarik tunai tanpa kartu atau Cardless Withdrawal merupakan fitur yang memberikan layanan tarik tunai di mesin ATM Bank Mandiri tanpa kartu debit bagi Nasabah Bank Mandiri pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri.
Transaksi tarik tunai dapat dilakukan dengan menggunakan nomor handphone yang terdaftar di Livin’ by Mandiri dan token tarik tunai yang telah Nasabah buat sebelumnya melalui aplikasi.
Dengan kebijakan ini, nasabah dapat melihat informasi biaya transaksi pada beberapa halaman berikut:
- Halaman Konfirmasi sebelum token dibuat
- Halaman Result setelah token berhasil dibuat
- Daftar Token (Tab Token) pada halaman Setor Tarik
- Notifikasi Inbox
- Halaman Share Token
Sementara itu, pihak Bank Mandiri juga mengingatkan ke nasabah jika tarik tunai tanpa kartu juga memiliki beberapa Risiko. Meliputi: Risiko keamanan data, yakni risiko memberikan nomor handphone dan/atau token tarik tunai tanpa kartu ke pihak yang tidak terpercaya, sehingga mengakibatkan kerugian dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Risiko gagal bertransaksi, yaitu: risiko gagal bertransaksi apabila Nasabah melakukan transaksi lebih dari limit harian, tidak memiliki saldo yang cukup, atau menggunakan nomor handphone dan token yang salah.
Risiko token expired, yakni risiko token tarik tunai tidak dapat digunakan karena melebihi batas waktu aktif (1 jam).
Risiko Kegagalan Sistem, yaitu risiko terjadi gangguan koneksi atau pemeliharaan sistem sehingga menyebabkan aktivitas pembuatan token dan/atau transaksi gagal.
