Jakarta, TopBusiness – Mengawali pekan ini pada Senin (29/6), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 secara hybrid di Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan, meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, penunjukan Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta pengangkatan dan penetapan remunerasi Direksi Perseroan untuk masa bakti 2026–2030.
“Melalui jajaran direksi baru, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar, memperkuat resiliensi infrastruktur, dan mempercepat transformasi menuju pasar modal yang modern, inklusif, serta berdaya saing global,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, di Jakarta.
Masih pada hari yang sama, Senin (29/6), BEI turut mendukung penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan Capital Market Cyber Security Resilience Forum bertema Strengthening Trust and Security in the Digital Capital Market di Main Hall BEI. Forum tersebut menghadirkan OJK, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), APEI, dan ADIGSI untuk membahas penguatan ketahanan siber sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan dan melindungi investor di tengah pesatnya pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia.
BEI turut mendukung penyelenggaraan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang diselenggarakan oleh OJK di Provinsi Jawa Timur pada 2—3 Juli 2026. Rangkaian kegiatan meliputi Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, sosialisasi pasar modal bagi ASN Pemerintah Kota Kediri yang dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi, talkshow di Radio Andika Kediri, serta sosialisasi perdagangan karbon bagi sektor jasa keuangan dan pelaku industri di Madiun. Melalui kolaborasi ini, BEI bersama OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, termasuk pasar modal syariah dan perdagangan karbon, guna memperluas basis investor domestik serta mendukung pengembangan pasar modal Indonesia.
