Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (6/7/2026) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan. Optimisme tersebut didukung oleh sentimen positif dari mayoritas pasar saham Asia yang bergerak di zona hijau pada awal perdagangan.
Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya, Senin (6/7/2026), memperkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring membaiknya sentimen regional.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat tidak melakukan perdagangan pada Jumat (3/7/2026) karena libur peringatan Hari Kemerdekaan (Independence Day). Meskipun Hari Kemerdekaan AS jatuh pada Sabtu, 4 Juli 2026, Bursa Efek New York (NYSE) dan Nasdaq menetapkan hari libur bursa pada Jumat sebelumnya.
Di pasar komoditas global, pergerakan harga ditutup bervariasi. Minyak mentah Brent menguat 0,45% ke level US$72,12 per barel. Sebaliknya, harga batu bara melemah 0,19% menjadi US$129,00 per ton, sementara crude palm oil (CPO) turun 0,58% ke level MYR4.480 per ton. Adapun harga emas mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,32% menjadi US$4.177 per ons.
Dari kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Indeks Nikkei Jepang melonjak 1,47% dan Shanghai Composite menguat 0,37%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,75%.
Di dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat 2,28% ke level 5.875,78. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp6 miliar. Nilai tersebut terdiri atas jual bersih Rp16,5 miliar di pasar reguler yang sebagian diimbangi beli bersih Rp10,1 miliar di pasar negosiasi.
Pada pasar reguler, saham-saham dengan aksi jual bersih asing terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp251,9 miliar, diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp91,4 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp83,9 miliar.
Sebaliknya, investor asing mencatatkan pembelian bersih terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp193,7 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp63,6 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp46,7 miliar.
Dari sisi penggerak indeks, penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham BBCA, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Sementara itu, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penekan utama pergerakan indeks.
Memasuki perdagangan Senin pagi, sentimen positif kembali terlihat di kawasan Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan dibuka menguat 0,62%, sedangkan Nikkei Jepang naik 0,24%.
Dengan kondisi tersebut, Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, didukung oleh optimisme investor terhadap pergerakan positif bursa regional.
