TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI: Inflasi Diprediksi Naik di Agustus 2026 karena Kenaikan Bahan Baku

Achmad Adhito
10 July 2026 | 08:37
rubrik: Ekonomi
Kegiatan Dunia Usaha Terlihat Meningkat

Penjualan Ponsel di ITC Roxy, Jakarta (Foto: Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil.

“Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, di Jakarta (9/7/2026), dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan itu didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6.

Penjualan Eceran

Ramdan pun, kepada awak media, menjelaskan bahwa penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6, terutama ditopang oleh pertumbuhan positif penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori maupun Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan turun sebesar -0,8% (mtm/month to month), lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang turun sebesar -1,5% (mtm/month to month).

Perkembangan ini dipengaruhi oleh mulainya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026.

Pada Mei 2026, IPR tercatat sebesar 223,4. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar -1,5% (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar -11,6% (mtm). Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

BACA JUGA:   Perkuat Koordinasi untuk Mengendalikan Lonjakan Inflasi
Tags: bank indonesiainflasi 2026penjualan eceranramdan denny prakoso
Previous Post

SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan

Next Post

Lippo Cikarang Tuntas Gunakan Dana Penawaran Umum Triliunan Rupiah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR