Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan. Optimisme tersebut didukung oleh tetap terjaganya fundamental ekonomi Indonesia setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Berdasarkan riset harian Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan pada Selasa (14/7/2026), IHSG diperkirakan bergerak menguat meskipun sentimen global masih dibayangi pelemahan pasar saham Amerika Serikat.
Pada perdagangan Senin (13/7), indeks utama Wall Street ditutup di zona merah. Dow Jones terkoreksi 0,26%, S&P 500 melemah 0,79%, dan Nasdaq turun 1,55%. Pelemahan tersebut dipicu tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor serta lonjakan harga minyak di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1,37% menjadi 4,624%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,28% ke level 101,24.
Dari pasar komoditas, sebagian besar harga ditutup menguat. Minyak mentah WTI melonjak 9,42% menjadi USD78,14 per barel, Brent naik 9,59% menjadi USD83,30 per barel, harga batu bara meningkat 1,75% menjadi USD131,00 per ton, dan crude palm oil (CPO) menguat 0,44% menjadi MYR4.533 per ton. Sementara itu, harga emas terkoreksi 2,85% menjadi USD4.002 per ons.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung bervariasi pada perdagangan Senin (13/7). Indeks Hang Seng menguat 0,16%, sedangkan Nikkei turun 1,92% dan Shanghai Composite melemah 2,06%.
Di dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat 1,92% ke level 6.037,84. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp437,6 miliar, yang terdiri atas Rp412,5 miliar di pasar reguler dan Rp25,1 miliar di pasar negosiasi.
Saham-saham yang mencatatkan aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler adalah BBCA sebesar Rp490,8 miliar, MAPI Rp159,5 miliar, dan ASII Rp88,7 miliar. Sementara itu, pembelian bersih asing terbesar terjadi pada saham TPIA senilai Rp89,6 miliar, BRPT Rp82,7 miliar, dan BMRI Rp65,7 miliar.
Penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya terutama ditopang oleh saham BMRI, BBRI, dan AMMN. Sebaliknya, saham CTBN, UNVR, dan BOGA menjadi pemberat utama indeks.
Memasuki perdagangan hari ini, bursa Asia dibuka melemah dengan indeks KOSPI turun 0,83% dan Nikkei terkoreksi 0,74%. Meski demikian, Samuel Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan seiring positifnya sentimen dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil, yang mencerminkan kepercayaan terhadap ketahanan fundamental ekonomi nasional.
