Jakarta, TopBusiness—Saat ini industri batik terus menunjukkan tren positif, baik di pasar domestik maupun internasional.
“Ekspornya meningkat dan generasi muda semakin bangga menggunakan batik yang mencerminkan identitas budaya bangsa,” ungkap Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan tertulis, hari ini.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai ekspor produk batik pada tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau meningkat 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$26,63 juta.
Kendati demikian, di balik perkembangan ini, industri batik juga juga dihadapkan pada tantangan semakin maraknya kain printing bermotif batik yang beredar luas di pasar. “Produk tersebut umumnya dipasarkan dengan harga yang jauh lebih murah dan dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat, sehingga berpotensi menggeser posisi batik asli, baik dari sisi pasar maupun apresiasi masyarakat terhadap nilai budaya yang dikandungnya,” ungkap menteri tersebut.
Padahal, konsumen dapat dengan mudah membedakan batik asli dengan kain atau tekstil motif batik dengan sederhana. Adapun batik asli, baik batik tulis maupun batik cap, dibuat melalui proses perintangan warna menggunakan malam (lilin), sehingga motif yang dihasilkan akan tembus hingga ke bagian belakang kain dan warnanya dapat sedikit berbeda antara satu sisi dengan sisi lainnya.
“Batik asli umumnya memiliki aroma khas malam, garis motif yang tidak selalu presisi karena dikerjakan secara manual, serta harga yang mencerminkan waktu dan keterampilan pengerjaannya,” ungkap Menperin Agus Kartasasmita.
Pemahaman mengenai perbedaan batik asli atau otentik buatan perajin dengan kain bermotif batik ini penting untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat agar konsumen dapat membuat pilihan yang tepat dalam membeli batik yang otentik sehingga perajin batik memperoleh apresiasi yang semestinya.
Kain printing memiliki motif yang hanya tercetak pada satu sisi permukaan kain, warna yang lebih rata dan seragam, garis motif yang sangat rapi karena dicetak dengan mesin, serta umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
