TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kontribusi PDC Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Lokal Melalui Program TJSL Berkelanjutan

Albarsyah
14 July 2026 | 14:34
rubrik: BUMN
Kontribusi PDC Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Lokal Melalui Program TJSL Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT Patra Drilling Contractor (PDC), perusahaan penyedia jasa penunjang industri minyak dan gas bumi (migas), terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tidak hanya mendukung operasional sektor energi nasional, perusahaan juga berhasil menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan sumber ekonomi baru di berbagai daerah.

Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di industri migas, PDC telah berkembang sebagai penyedia layanan terintegrasi, mulai dari Food & Lodging Services, General Trading Services, Outsourcing Management, Engineering Procurement Construction (EPC), Operation & Maintenance Services, hingga Transport & Logistics. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, PDC menempatkan TJSL sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, sejumlah program unggulan TJSL PDC berhasil memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan kelompok rentan, serta pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular (circular economy).

Salah satu program unggulan PDC adalah MALIKA, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan limbah minyak jelantah hasil operasional unit bisnis Food & Lodging Services di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Program ini melibatkan 15 peserta dari Desa Buluh Manis dan Desa Petani yang mendapatkan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin aromaterapi dan sabun cair.

Selain mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah, MALIKA juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Hasilnya cukup menggembirakan. Selama pelatihan, sebanyak 32 liter minyak jelantah berhasil diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Penjualan lilin aromaterapi ukuran 185 ml telah mencapai 80 unit dengan total omzet Rp2,8 juta. Desa Petani juga menerima pesanan 50 lilin untuk kegiatan MTQ senilai Rp1,4 juta.

BACA JUGA:   PDC Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan

Produk sabun cair pun mendapat respons positif. Sepanjang 2025 telah terjual 54 botol ukuran 200 ml dengan omzet Rp1,08 juta, ditambah penjualan sabun sachet rata-rata 50 bungkus setiap bulan.

Komitmen PDC terhadap keberlanjutan program juga diwujudkan melalui pemesanan produk UMKM binaan berupa 500 lilin dan 500 sabun dengan nilai mencapai Rp66,2 juta.

Secara keseluruhan, nilai transaksi dan pesanan yang berhasil dibukukan kelompok binaan MALIKA sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp73,84 juta.

Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, PDC mengembangkan program TEMPESANTREN di Pondok Pesantren Tarbiatul Athfal.

Program ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan rumah produksi tempe yang melibatkan para santri sebagai pelaku usaha.

Selain membangun fasilitas produksi yang memenuhi standar higienitas dan HSSE, PDC juga memberikan pelatihan manajemen usaha sehingga pesantren mampu mengelola bisnis secara profesional. Hasilnya sangat signifikan.

Sebelum mendapatkan pendampingan PDC, kapasitas produksi tempe hanya sekitar 1 kuintal per minggu. Kini produksi meningkat menjadi 1,6 ton per minggu, termasuk memenuhi kerja sama dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 6 kuintal setiap minggu.

Produk Tempesantren juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terverifikasi dan Sertifikat Halal, sehingga memperluas akses pasar.

Wilayah pemasaran yang sebelumnya hanya mencakup satu kecamatan kini berkembang menjadi empat kecamatan, yakni Tanjung Kerta, Temiyangsari, Trisi, dan Gantar.

Peningkatan produksi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan usaha. Jika sebelumnya omzet hanya sekitar Rp4 juta, kini meningkat hingga mencapai Rp27 juta.

Komitmen PDC terhadap pemberdayaan kelompok rentan diwujudkan melalui program Tata Boga Disabilitas. Program ini diikuti oleh sembilan penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan intensif selama sembilan hari dengan total 64 jam pembelajaran, terdiri atas teori dan praktik, mulai dari pengolahan makanan, sanitasi, higienitas hingga pengemasan produk.

BACA JUGA:   DPR Apresiasi Tol Riau, Dukung Percepatan Pembangunan Ruas Baru oleh Hutama Karya

Program tersebut berhasil melahirkan pelaku usaha baru yang kini telah memiliki penghasilan mandiri.

Haykal, penyandang tuna rungu, kini mampu menjual rata-rata 60 loyang pizza setiap bulan dengan pendapatan sekitar Rp3–4 juta. Hadi, penyandang tuna grahita dan tuna rungu, memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp500 ribu per bulan dari usaha serabi dan kue bolu.

Pak Soleh, penyandang tuna daksa, meningkatkan pendapatannya sekitar Rp550 ribu per bulan setelah mengembangkan usaha kue bolu dan piscok. Sementara Rojali berhasil meningkatkan pendapatan usahanya setelah beralih dari menjual tahu isi menjadi serabi.

Peserta lainnya, Evi, penyandang tuna rungu dan tuna wicara, kini memperoleh tambahan penghasilan dari usaha roti dan kue bolu. Bahkan salah satu peserta, Nadia, melanjutkan pendidikan di bidang tata boga pada salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, PDC juga secara rutin memesan produk makanan hasil karya peserta untuk kebutuhan rapat maupun kegiatan perusahaan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pendapatan peserta hingga sekitar Rp6,8 juta setiap bulan.

Selain tiga program utama tersebut, PDC juga menjalankan program pengolahan limbah tekstil melalui daur ulang pakaian bekas karyawan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Program ini sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular dan pengurangan limbah industri.

Mengusung ISO 26000 dan Creating Shared Value

Direktur Keuangan PDC, Fitra Adriza, menegaskan bahwa seluruh program TJSL perusahaan disusun melalui proses pemetaan sosial (social mapping), mitigasi, serta survei yang komprehensif agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sebagai perusahaan jasa migas, kami memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Seluruh program TJSL kami disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, mengacu pada standar ISO 26000 dan pendekatan Creating Shared Value (CSV) sehingga manfaatnya benar-benar berkelanjutan,” ujar Fitra.

BACA JUGA:   Selebrasi 1 Tahun AKHLAK, BUMN Klaster Pangan Nobatkan 18 Role Models AKHLAK

Menurutnya, seluruh program yang dimulai pada 2025 akan terus dipantau dan dikembangkan agar mampu melahirkan ‘Super Hero’, yakni kelompok binaan yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerahnya masing-masing.

Ke depan, PDC juga akan memperkuat pemasaran produk UMKM binaan melalui platform digital perusahaan. Produk-produk hasil binaan akan dipromosikan melalui portal resmi PDC, sekaligus diberikan kesempatan mengikuti berbagai pameran dan kegiatan industri migas nasional.

Perusahaan juga berencana menyediakan ruang pemasaran khusus bagi produk peserta Program Tata Boga Disabilitas agar memiliki akses pasar yang lebih luas.

“PDC ingin memberikan kail, bukan ikan. Kami tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Setiap rupiah yang kami keluarkan harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian desa,” tegas Fitra.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, PDC membuktikan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Tags: pdcPT Patra Drilling Contractor (PDC)
Previous Post

Lima Wilayah Salip 100% Pengadaan, BULOG Sukses Serap 3,4 Juta Ton Setara Beras

Next Post

PTPP Gaet Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR