Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.03%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~886 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, dan PGAS.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG akan tes support di 5980-6000, jika kuat di area tersebut, potensi melanjutkan kenaikan.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG akan berada di rentang 5980-6000 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6100-6150,” sebut dia, dalam risetnya, Rabu (15/7/2026).
Trading Idea hari ini: EMAS, WIFI, INET, ARCI, HRTA, dan MBMA
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 5675-5725, cutloss di bawah 5625. Target dekat di 5775-5850.
- WIFI Spec Buy dengan area beli di 1800-1830, cutloss di bawah 1760. Target dekat di 1850-1890.
- INET Spec Buy dengan area beli di 214-218, cutloss di bawah 208. Target dekat di 224-232.
- ARCI Buy if Break 1050, dengan target dekat di 1065-1120. Cutloss di bawah 1020.
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 1810-1840, cutloss di bawah 1800. Target dekat di 1855-1925.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 505-510, cutloss di bawah 496. Target dekat di 515-530.
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Inflasi AS Redupkan Kekhawatiran The Fed. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/7), didorong data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta rebound saham-saham semikonduktor.
Indeks S&P 500 naik 0,38%, Nasdaq Composite menguat 0,9%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,02%.
Penguatan Wall Street sempat tertahan oleh anjloknya saham IBM hingga 25% setelah perusahaan memperingatkan laba 2Q26 akan berada di bawah ekspektasi akibat melemahnya permintaan pada bisnis perangkat lunak dan infrastruktur.
VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik 2,5%, sementara Applied Materials dan Teradyne masing-masing melonjak lebih dari 3%.
Saham Lam Research dan Micron Technology melesat sekitar 5%, sedangkan STMicroelectronics menguat lebih dari 2%. Sentimen lain dari data inflasi AS, IHK (CPI) pada Juni turun 0,4% MoM, sehingga inflasi YoY melambat menjadi 3,5%.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan konsensus, yakni penurunan 0,2% MoM dengan inflasi YoY sebesar 3,8%.
Data tersebut memicu optimisme bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 17% dari sebelumnya 42%.
Dari sektor perbankan, saham Goldman Sachs melonjak 9% setelah membukukan laba 3Q yang melampaui ekspektasi.
Saham JPMorgan Chase dan Bank of America juga menguat lebih dari 2% seiring rilis laporan keuangan yang mendapat respons positif dari investor.
Bursa Asia Bervariasi. Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (14/7). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,74%, dan Topix naik 0,79%.
Selain itu di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,73%, sedangkan Kosdaq melemah 1,92%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,52%, Taiex Taiwan turun 1,42%, dan ASX 200 Australia ditutup flat. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,43% dan FTSE Malay KLCI menguat 1,27%.
Bursa saham Asia berfluktuatif, di tengah harga minyak menyentuh level tertinggi dalam satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk Persia dan berencana mengenakan pungutan 20% bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Di sisi lain, data inflasi untuk bulan Juni juga akan dirilis pada Selasa, dengan pembacaan indeks harga konsumen terbaru dijadwalkan pada pukul 8:30 pagi waktu ET. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
