TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Freeport Targetkan Setoran ke Negara Rp46,8 Triliun pada 2026

Albarsyah
15 July 2026 | 13:15
rubrik: BUMN
Ini Progres Pembangunan Smelter FI

Jakarta, TopBusiness – PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan setoran kepada negara sebesar US$2,6 miliar atau sekitar Rp46,8 triliun (kurs Rp18.000 per dolar AS) sepanjang 2026. Proyeksi tersebut disampaikan Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Tony menjelaskan, proyeksi penerimaan negara tersebut didasarkan pada asumsi produksi 800 juta pon katoda tembaga dan 700 ribu ons emas, dengan asumsi harga tembaga sebesar US$6 per pon dan harga emas US$4.500 per ons.

“Kalau kita lihat di tahun 2026 penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti memang menurun menjadi US$2,6 miliar dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$4,3 miliar,” ujar Tony.

Ia merinci, kontribusi terbesar berasal dari dividen kepada MIND ID sebesar US$1,1 miliar, disusul pajak sekitar US$1 miliar, serta royalti sebesar US$500 juta.

“Di dalam angka tersebut masih terdapat dividen sebesar US$1,1 miliar yang akan diterima pemerintah melalui MIND ID,” katanya.

Menurut Tony, penurunan penerimaan negara pada 2026 tidak terlepas dari dampak sejumlah insiden yang memengaruhi operasional perusahaan, mulai dari kebakaran smelter pada 2024 hingga longsor di Tambang Grasberg, Papua, pada akhir 2025. Selama 2026, perusahaan memfokuskan upaya pada proses perbaikan dan pemulihan fasilitas produksi.

PTFI menargetkan operasional tambang dapat mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas pada tahun ini. Sementara itu, fasilitas smelter dijadwalkan mulai kembali melakukan proses pemurnian konsentrat pada September 2026.

“Semester pertama tahun depan akan mencapai 75 persen dari kapasitas, dan menuju akhir tahun 2027 akan mencapai 100 persen kapasitas,” jelas Tony.

Seiring meningkatnya tingkat produksi, Freeport memperkirakan kontribusi kepada negara juga akan kembali meningkat pada 2027. Perusahaan memproyeksikan setoran sebesar US$4,7 miliar, yang terdiri atas dividen US$1,9 miliar, pajak US$1,9 miliar, dan royalti US$800 juta.

BACA JUGA:   Freeport Manfaatkan Tailing sebagai Bahan Campuran Aspal

“Kalau kita lihat proyeksi di tahun 2027 sesuai dengan peningkatan produksi kita, penerimaan negara akan bisa mencapai US$4,7 miliar,” ujarnya.

Tony menambahkan, apabila seluruh operasional telah pulih sepenuhnya dan berjalan pada kapasitas penuh, maka pada 2028 penerimaan negara diproyeksikan meningkat hingga US$7,1 miliar atau sekitar Rp120 triliun per tahun.

“Kalau sudah masuk kapasitas produksi penuh, penerimaan negara akan bisa melebihi US$7 miliar per tahun. Kalau dirupiahkan sekitar Rp120 triliun per tahun, dan diharapkan dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Tags: freeport indonesiaPT Freeport Indonesia
Previous Post

Agar Abang Ojol Kian Nyaman

Next Post

Pertamina Drilling Percepat Adaptasi Pekerja Baru melalui PD-Matrix di IDTC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR