TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat di Tengah Ramainya Aktivitas Transaksi Awal Perdagangan

Agus Haryanto
17 July 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi dibuka menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.112,84. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut menguat 0,31 poin atau 0,05 persen ke level 608,89.

Pada lima menit pertama perdagangan, aktivitas transaksi berlangsung cukup ramai. Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp798 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 169.504 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 189 saham menguat, 239 saham melemah, dan 247 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun IHSG berada di zona hijau, tekanan jual masih cukup dominan pada sebagian besar saham.

Namun, penguatan IHSG tidak bertahan lama. Memasuki sekitar pukul 09.16 WIB, indeks berbalik melemah ke posisi 6.083,64, atau turun sekitar 24,57 poin (0,40 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.119,64 sebelum terkoreksi hingga level terendah 6.081,64 akibat meningkatnya aksi ambil untung (profit taking).

Analis menilai pergerakan IHSG pada awal perdagangan masih dipengaruhi sentimen positif dari dalam negeri, terutama realisasi Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II-2026 yang tumbuh 27,4 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi sekitar Rp257,7 triliun. Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBRI, AMMN, dan ASII sempat menjadi motor penguatan indeks pada pembukaan perdagangan.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, antara lain perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Faktor-faktor tersebut mendorong investor melakukan aksi profit taking sehingga menekan IHSG setelah sempat menguat di awal perdagangan.

BACA JUGA:   Terseret Bursa Regional, IHSG Ditutup Menguat

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak volatil. Selama indeks mampu bertahan di atas area 6.080, peluang untuk kembali menguji area resistensi 6.120–6.137 masih terbuka. Namun apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus level tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di kisaran 6.012.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Pameran Rumah di Lippo Mall Puri Ini Juga Hadirkan Hiburan

Next Post

Pertamina Corporate University Jajaki Sinergi Pengembangan Kompetensi di Indonesia Drilling Training Center

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR