Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 pada Senin (13/7) melalui seremoni sederhana di Main Hall BEI dengan tema “Stronger. Credible. Growth.”.
Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi di Jakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi, serta jajaran direksi dan komisaris BEI, mantan direksi lintas periode, seluruh karyawan BEI, serta jajaran direksi dan komisaris Self-Regulatory Organization (SRO).
Dalam sambutannya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa perjalanan 34 tahun BEI merupakan estafet berkelanjutan yang dibangun melalui kontribusi setiap generasi kepemimpinan dalam memperkuat fondasi pasar modal dan industri keuangan nasional.
Pada Selasa (14/7), BEI turut berpartisipasi dalam Forum Strategis bertema “Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi” yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA). Forum ini membahas implementasi carbon pricing di Indonesia, kesiapan korporasi menghadapi kebijakan karbon, serta pengembangan proyek iklim berkualitas.
Dalam forum tersebut, BEI menyampaikan peran Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dalam mendukung pengembangan ekosistem pasar karbon nasional yang aktif, transparan, dan berintegritas. Kemudian pada hari yang sama, BEI bersama SRO juga menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Penyempurnaan ini dilakukan melalui penambahan kriteria price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun, yang mengukur perubahan harga saham relatif terhadap tingkat aktivitas perdagangannya (velocity). Kriteria tersebut akan dihitung secara berkala setiap triwulan, sementara trigger factors berdasarkan tindakan pengawasan pasar tetap diberlakukan secara insidental.
Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan komitmen BEI untuk terus memperkuat sinergi, transparansi, dan integritas pasar modal Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem pasar modal dan pasar karbon yang semakin kredibel, teratur, wajar, dan berdaya saing.
