Jakarta, TopBusiness—Pasar properti sekunder Indonesia memasuki pertengahan 2026 dengan dinamika yang semakin terfragmentasi. Berdasarkan Flash Report Juli 2026 Rumah123, median harga rumah secara nasional pada Juni 2026 tercatat stagnan secara bulanan dan hanya tumbuh 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Angka tersebut berada di bawah laju inflasi nasional sebesar 3,3%, menunjukkan bahwa kenaikan harga rumah secara riil mulai melambat,” kata Kepala Riset Rumah123.com, Marisa Jaya, dalam laporan riset yang diterima hari ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness.
Namun, di balik pertumbuhan nasional yang relatif terbatas, terdapat pergerakan yang jauh lebih kuat pada segmen tertentu. Median harga rumah berukuran di atas 251 m² melonjak 46,7% secara tahunan dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Medan.
Kontras inilah yang menjadi temuan utama bulan ini. “Pasar properti sekunder Indonesia tidak lagi bergerak dalam satu arah, melainkan berkembang dalam dua kecepatan. Segmen rumah premium mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar secara keseluruhan, sementara segmen menengah bergerak lebih moderat,” kata Marisa.
Fenomena tersebut juga terlihat pada segmen ukuran rumah lainnya. Di kategori rumah berukuran 151-250 m², Surakarta mencatat pertumbuhan harga tertinggi sebesar 15,8% secara tahunan. Untuk rumah berukuran 91-150 m², kenaikan tertinggi terjadi di Denpasar sebesar 13,2%, sedangkan rumah berukuran di bawah 60 m² tumbuh paling tinggi di Surakarta sebesar 13,8%.
Meski sejumlah kota dan segmen masih mencatat pertumbuhan dua digit, kenaikan harga rumah nasional yang hanya mencapai 1,1% menunjukkan bahwa penguatan tersebut masih terkonsentrasi pada wilayah dan segmen tertentu, sehingga belum mencerminkan tren pasar secara keseluruhan.
Pertumbuhan harga rumah nasional tidak lagi terjadi secara merata. Secara bulanan, hanya tiga dari 13 kota yang dipantau Rumah123 mencatat kenaikan harga, yaitu Denpasar (+2,5%), Jakarta (+0,3%), dan Tangerang (+0,3%).
Sementara secara tahunan, 10 dari 13 kota masih membukukan pertumbuhan positif. Denpasar memimpin dengan kenaikan sebesar 9,5%, disusul Makassar (6,2%) dan Bogor (4,4%).
Di kawasan Jabodetabek, pertumbuhan harga juga masih tercatat di Bogor (4,4%), Bekasi (2,9%), Depok (1,7%), Tangerang (1,1%), dan Jakarta (0,3%).
