Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menunjukkan kapabilitas layanan Non-Rig-Services melalui Water Injectivity Test (WIT) di Sumur JTB-156, Lapangan Jatibarang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7.
Pengujian dilaksanakan pada Selasa (14/7) menjadi langkah penting untuk memperoleh data karakteristik reservoir guna mendukung pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Pertamina Group. Data tersebut akan menjadi dasar pengembangan Waterflood Optimization (WFO) sekaligus mengevaluasi potensi reservoir menerima injeksi CO₂ pada implementasi CCS di masa mendatang.
Keberhasilan pekerjaan perdana ini memperkuat kapabilitas layanan Non-Rig Services Pertamina Drilling, khususnya cementing, untuk mendukung program WFO dan pengembangan CCS di lingkungan Pertamina Group.
VP Non Rig Services Pertamina Drilling, Ryan Aditya Surya Wijaya, menjelaskan WIT menjadi pekerjaan perdana unit cementing Pertamina Drilling. Air hasil pengolahan IPAL Balongan yang dipompa dengan rate, volume, dan tekanan tertentu untuk menguji kemampuan sumur menerima fluida injeksi sekaligus memperoleh data karakteristik reservoir.
“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan operasional Pertamina Drilling untuk mendukung berbagai pekerjaan injeksi, termasuk pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) maupun Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) yang membutuhkan standar keselamatan, keandalan, dan keunggulan operasional yang tinggi,” ujar Ryan melalui siaran pers.
SM Subsurface Development & Planning Pertamina EP Zona 7, Wisnu Wibowo, menjelaskan WIT bagian dari program WFO di Lapangan Jatibarang melalui pemanfaatan air hasil pengolahan IPAL Balongan sebagai sumber air injeksi.
“Kami rutin melakukan pengujian sumur injeksi untuk menjaga tekanan reservoir. Pada kegiatan ini kami mengevaluasi kemampuan sumur menerima fluida injeksi dengan tetap menjaga tekanan operasi berada di bawah fracture pressure yang ditetapkan. Hasil pengujian menjadi dasar pengembangan lanjut lapisan F di Lapangan Jatibarang,” jelas Wisnu.
Pelaksanaan ini membuktikan keandalan (reliability) unit Pertamina Drilling dalam operasi pemompaan bertekanan tinggi. Didukung safety automatic protection system (over pressure quick neutral) yang menjaga tekanan tetap pada batas operasi yang ditetapkan sehingga mendukung keselamatan personel, operasi, integritas peralatan dan sumur.
