TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Capai Rp1,97 Triliun pada Kuartal II 2026, Kontrak Baru WIKA Beton Naik 114 Persen

Albarsyah
23 July 2026 | 14:30
rubrik: BUMN
Capai Rp1,97 Triliun pada Kuartal II 2026, Kontrak Baru WIKA Beton Naik 114 Persen

Ket.: Proyek New Priok Eastern Access Topang Omzet Kontrak Kuartal II WIKA Beton.

Jakarta, TopBusiness – Emiten produsen beton pracetak, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), mencatatkan lonjakan nilai kontrak baru sebesar 114,15 persen menjadi Rp1,97 triliun pada kuartal II/2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan dari sektor infrastruktur dan kuatnya kepercayaan pelanggan swasta di tengah dinamika industri konstruksi.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menyatakan capaian impresif tersebut merupakan bukti nyata resiliensi perusahaan dalam menjaga ritme operasional dan menciptakan nilai tambah.

“Fokus utama kami ke depannya adalah menjaga konsistensi kepercayaan lewat produk dengan mutu tinggi dan penyelesaian tepat waktu, sembari secara disiplin menjaga kesehatan arus kas perusahaan,” tegas Kuntjara, Selasa (22/7).

Ditopang Swasta dan Proyek Infrastruktur

Tingginya realisasi kontrak baru WIKA Beton pada paruh pertama tahun ini tidak lepas dari dominasi proyek non-pemerintah. Berdasarkan data perseroan, pelanggan swasta menjadi penyumbang terbesar kontrak baru perusahaan.

Berikut adalah rincian sumber perolehan kontrak baru WIKA Beton pada kuartal II/2026:

  • Swasta: 46,37%
  • Kerja Sama Operasi (KSO): 34,10%
  • BUMN: 16,40%
  • Induk Usaha (WIKA): 3,13%

Sementara itu, jika ditinjau dari segmentasi sektor, infrastruktur masih menjadi tulang punggung serapan produk perusahaan dengan kontribusi mayoritas sebesar 61,50%. Sektor industri menyusul di posisi kedua dengan 16,97%, diikuti oleh sektor properti (8,54%), dan sektor lainnya (12,99%).

Prospek Jangka Panjang

Manajemen meyakini bahwa konsistensi operasional yang terukur ini akan menjadi fondasi bagi bisnis yang berkelanjutan.

Kematangan daya saing WIKA Beton diproyeksikan tidak hanya akan mendongkrak kinerja finansial dalam jangka panjang, tetapi juga memperkuat posisi strategis perusahaan di dalam ekosistem Danantara dan BUMN secara keseluruhan.

BACA JUGA:   WIKA Beton Pasok Material Proyek NPEA, Jalur Logistik Terminal Kalibaru Makin Lancar
Tags: WTON
Previous Post

Uang Beredar Terus Tumbuh, Capai Rp10.432 Triliun di Juni

Next Post

Menko Airlangga Dorong Penguatan Kapabilitas Industri Dalam Negeri untuk Akselerasi Hilirisasi dan Swasembada Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR