Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah lima hari melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Jumat (27/4/2018) berakhir menguat, kendati naik tipis.
IHSG rebound di saat mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat sore ini dengan indeks FTSE Malay KLCI naik 0,6%, indeks PSEi Filipina menguat 1,36%, indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,16%, sedangkan indeks SE Thailand melemah 0,04%.
Sementara itu, mayoritas indeks lain di kawasan Asia juga berada di zona hijau, dengan indeks Nikkei 225 dan Topix menguat masing-masing 0,66% dan 0,29%, sementara indeks Kospi ditutup naik 0,68%
Mengutip RTI, IHSG ditutup naik tipis 10,04 poin atau setara 0,17% ke posisi 5.919,24 pada Jumat (27/4) sore. Meski demikian, sepekan terakhir, indeks acuan saham domestik masih tercatat turun sebesar 6,60%. Pasalnya, kemarin, indeks sempat menyentuh level terendah tahun ini di 5,909,19.
IHSG menguat meski hanya didukung empat sektor saham. Aneka industri memimpin dengan kenaikan sebesar 1,67%. Diikuti, keuangan, infrastruktur dan manufaktur yang masing-masing naik kurang dari 1%. Sedangkan, enam sektor lainnya masih tiarap. Pertambangan masih turun paling tajam yaitu mencapai 1,78%.
Hingga sesi perdagangan Jumat berakhir, sebanyak 191 saham berhasil naik. Namun, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan 202 saham lainnya yang terkoreksi. Sementara, 101 saham lainnya tak beranjak dari posisi pembukaan.
Bloomberg mencatat, hari ini, aksi beli terhadap saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi amunisi terbesar bagi laju indeks. Saham UNVR berkontribusi 7,87 poin, setelah menanjak 2,56%. Saham lain yang juga memberi tenaga bagi rebound indeks, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 7,23 poin dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kontribusi 6,22 poin.
Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 8,26 miliar saham, dengan nilai perdagangan Rp 8,95 triliun. Meski indeks rebound, namun pemodal asing masih melakukan aksi jual. Net sell asing di semua pasar mencapai Rp 357,83 miliar.
