TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Melemah Seiring Sentimen Global yang Cenderung Negatif

Agus Haryanto
24 July 2026 | 08:12
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026), seiring meningkatnya sentimen negatif di pasar global.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam kajiannya menyebutkan bahwa indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7). Indeks Dow Jones turun 0,97 persen, S&P 500 terkoreksi 1,21 persen, dan Nasdaq merosot 2,15 persen.

Pelemahan tersebut dipicu aksi jual pada saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan (AI). Selain itu, lonjakan harga minyak akibat kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik 3,8 basis poin menjadi 4,693 persen, sedangkan indeks dolar AS menguat 0,32 persen ke level 101,44.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI melonjak 6,17 persen menjadi 92,19 dolar AS per barel dan Brent naik 7,04 persen menjadi 100,69 dolar AS per barel. Sementara itu, harga batu bara turun 0,77 persen menjadi 134,50 dolar AS per ton, minyak sawit mentah (CPO) naik 1,90 persen menjadi 4.710 ringgit Malaysia per ton, sedangkan harga emas turun 1,96 persen menjadi 4.049 dolar AS per ons.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup menguat pada Kamis (23/7). Indeks Hang Seng naik 1,28 persen, Nikkei menguat 0,46 persen, dan Shanghai bertambah 0,25 persen. Sementara itu, IHSG ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31.

Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp1,2236 triliun, yang terdiri atas jual bersih Rp712,2 miliar di pasar reguler dan Rp511,4 miliar di pasar negosiasi. Saham dengan arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler adalah BBCA sebesar Rp484,3 miliar, disusul TPIA Rp367,8 miliar dan ASII Rp130,2 miliar.

BACA JUGA:   Bursa Saham Jakarta Selaras Bursa Asia

Di sisi lain, saham yang mencatatkan arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler adalah CUAN sebesar Rp95,7 miliar, diikuti PTRO Rp90,4 miliar dan AMMN Rp78,1 miliar. Adapun saham yang menjadi pendorong utama pergerakan indeks adalah MPRO, BUMI, dan AMMN, sedangkan saham yang membebani indeks antara lain BBCA, ASII, dan TLKM.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, indeks KOSPI turun 1,76 persen dan Nikkei melemah 1,30 persen. Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini di tengah meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-Iran serta sentimen risk-off di pasar global.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Asbuton A30 Perkuat Penggunaan Material Konstruksi Lokal

Next Post

Saham HMSP, COCO, INCO, dan TINS Jadi Saham Pilihan Hari Ini di Saat Pasar Masih Bearish

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR