Jakarta, TopBusiness – PT Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest edisi 24 Juli 2026 merekomendasikan investor mencermati saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) setelah keduanya membukukan kinerja positif pada semester I-2026. Meski likuiditas industri perbankan diperkirakan lebih ketat pada paruh kedua tahun ini, prospek kedua emiten tersebut dinilai masih menarik sehingga rekomendasi buy tetap dipertahankan.
Untuk Bank Jago, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.700 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga penutupan Rp1.340 pada 23 Juli 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan laba sebesar 49% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I-2026, didorong oleh pertumbuhan kredit yang kuat dan peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
Meski demikian, Mandiri Sekuritas memperkirakan laju pertumbuhan tersebut berpotensi melambat pada semester II-2026 seiring kondisi likuiditas industri yang lebih ketat. Manajemen Bank Jago menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 20% hingga 21%.
Sementara itu, AKR Corporindo juga tetap mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.600 per saham dari posisi harga Rp 1.410. Pada kuartal II-2026, AKR membukukan laba bersih Rp 774 miliar atau tumbuh 25,9% secara tahunan dan naik 17,9% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja tersebut didorong kuatnya penjualan lahan seluas 58 hektare serta pertumbuhan laba kotor bisnis perdagangan dan distribusi (trading and distribution/T&D) sebesar 6,5% yoy.
Mandiri Sekuritas memperkirakan kinerja AKR akan tetap kuat pada semester II-2026, didukung peningkatan permintaan dari sektor pertambangan yang menopang bisnis perdagangan dan distribusi. Selain itu, pengelola kawasan industri JIIPE diproyeksikan membukukan penjualan lahan sekitar 50 hektare pada paruh kedua tahun ini serta mencatat pertumbuhan pendapatan utilitas seiring kembali beroperasinya smelter tembaga Freeport.
Manajemen AKR juga menaikkan proyeksi pertumbuhan laba tahun 2026 menjadi 15% hingga 20% secara tahunan. Perseroan turut mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp50 per saham, yang dinilai menjadi katalis positif bagi investor.
Di sisi pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 23 Juli 2026 ditutup melemah 0,3% ke level 6.315,31 dengan nilai transaksi Rp22,79 triliun. Secara year-to-date, IHSG masih terkoreksi 27%.
