Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat (24/7/2026). Indeks terpangkas 118 poin atau 1,88 persen ke level 6.196,43, setelah sepanjang sesi perdagangan berada di bawah tekanan jual yang terjadi hampir di seluruh sektor.
Pelemahan IHSG diikuti dengan memburuknya sentimen pasar secara menyeluruh. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 587 saham ditutup melemah, hanya 104 saham menguat, sementara 105 saham lainnya stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan dominasi aksi jual yang dilakukan investor sepanjang perdagangan.
Meski indeks mengalami penurunan tajam, aktivitas transaksi tetap berlangsung cukup tinggi. Total volume perdagangan mencapai 37,58 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,60 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas perpindahan kepemilikan saham di tengah meningkatnya tekanan pasar.
Analis menilai koreksi tajam yang terjadi pada perdagangan akhir pekan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian ekonomi dunia, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, serta perkembangan geopolitik yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Sementara dari dalam negeri, aksi profit taking setelah penguatan pasar pada beberapa waktu sebelumnya turut memperbesar tekanan jual. Investor memilih merealisasikan keuntungan pada saham-saham unggulan, khususnya sektor perbankan yang sebelumnya menjadi motor penguatan IHSG.
Secara teknikal, penutupan IHSG di bawah level psikologis 6.200 menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih cukup kuat. Apabila sentimen negatif berlanjut, indeks berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 6.150 hingga 6.100. Sebaliknya, apabila tekanan mereda dan minat beli kembali muncul pada saham-saham berkapitalisasi besar, IHSG berpeluang mengalami technical rebound menuju area 6.280 hingga 6.350.
Pelaku pasar pada awal pekan depan diperkirakan akan mencermati pergerakan dana asing, rilis kinerja keuangan emiten semester pertama, serta perkembangan sentimen global yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan IHSG selanjutnya. Dengan dominasi 587 saham yang berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat, investor diperkirakan masih akan bersikap selektif dalam mengambil posisi sambil menunggu munculnya katalis positif baru bagi pasar saham domestik.
Data AI
