TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tinjau SR Terintegrasi 1 Sragen, Menteri Dody Tegaskan Komitmen Pemerintah Fasilitasi Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Albarsyah
26 July 2026 | 20:44
rubrik: Business Info
Tinjau SR Terintegrasi 1 Sragen, Menteri Dody Tegaskan Komitmen Pemerintah Fasilitasi Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Jakarta, TopBusiness – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sragen di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas sanitasi, tempat ibadah, hingga sarana olahraga.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody berdialog dengan para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menteri Dody berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan dan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Atas nama Pemerintah, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap adik-adik betah di sini dan belajar dengan tekun. Gunakan seluruh fasilitas yang telah diberikan negara ini sebaik-baiknya. Jangan pernah merasa rendah diri, karena Sekolah Rakyat justru memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kalau adik-adik sukses, keluarga sukses, insyaallah negara juga akan maju,” pesan Menteri Dody.

SRT 1 Sragen dibangun di atas lahan seluas 59.000 m² dan dilengkapi asrama, rumah susun guru, masjid, kantin, dapur, perpustakaan, serta lapangan olahraga. Secara umum pembangunan telah selesai dan siap difungsikan, meski masih terdapat beberapa pekerjaan minor yang perlu disempurnakan, seperti saluran kamar mandi, pemeriksaan talang air, dan detail bangunan lainnya.

“Sebetulnya ini sudah selesai. Hanya perlu penyempurnaan pada beberapa bagian di asrama siswa. Namun sudah bisa difungsikan oleh siswa-siswi baru,” kata Menteri Dody.

Secara nasional, sebagian besar pembangunan Sekolah Rakyat juga telah memasuki tahap akhir. Dari sekitar 93 lokasi, hanya sekitar 9 lokasi yang progresnya masih di bawah 90 persen. Menurut Menteri Dody, keterlambatan terutama dipengaruhi kendala logistik di lokasi yang sulit dijangkau. Meski demikian, seluruhnya telah memasuki tahap finishing dan dapat difungsikan untuk mendukung kegiatan sekolah.

BACA JUGA:   Holding Ulta Mikro telah Biayai 36,1 Juta Nasabah Senilai Rp 622,3 T

Kementerian PU juga tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap 3 yang akan segera memasuki proses lelang. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan target jangka panjang satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kapasitas sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa di setiap sekolah.

“Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” tandas Menteri Dody dalam rilis PU.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Bank Kalbar Perkuat GRC sebagai Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR