Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup turun 1.88%, disertai dengan net sell asing ~1.25 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, CUAN, EMAS, PTRO, dan TINS.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini dengan target koreksi middle term di 6050-6150.
“Dengan kondisi ini, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 6050-6150 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6250-6300,” ujar dia, dalam risetnya, Senin (27/7/2026).
Trading Idea hari ini: EMAS, SRTG, BRIS, BNGA, INDY, dan VKTR
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 6100-6175, cutloss di bawah 6025. Target dekat di 6225-6325.
- SRTG Spec Buy dengan area beli di 1710, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1730-1740.
- BRIS Buy on Weakness dengan area beli di 1820-1845, cutloss di bawah 1790. Target dekat di 1890-1910.
- BNGA Spec Buy dengan area beli di 1630-1640, cutloss di bawah 1625. Target dekat di 1660-1690.
- INDY Buy on Weakness dengan area beli di 2410-2470, cutloss di bawah 2400. Target dekat di 2500-2570.
- VKTR Buy on Weakness dengan area beli di 740-770, cutloss di bawah 700. Target dekat di 790-825.
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Pelemahan Saham Chip Menekan Pasar. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Jumat (24/7).
Namun, pelemahan saham-saham semikonduktor serta ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah membatasi penguatan pasar, meski harga minyak dunia sempat terkoreksi.
Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,05% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,46%. Sedangkan, Nasdaq Composite turun 0,64%. Penguatan Dow Jones ditopang lonjakan saham Apple, melesat sekitar 3,5%.
Di sisi lain, Reuters melaporkan Pakistan tengah menjajaki peluang pembukaan kembali perundingan damai antara AS dan Iran atas dorongan China. Namun, peluang dimulainya negosiasi dinilai masih menghadapi berbagai hambatan.
Meski demikian, sentimen pasar kembali memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.
Menurut laporan The New York Times, Trump pada Jumat bertemu dengan para penasihat senior dan anggota kabinetnya untuk membahas kemungkinan meningkatkan serangan terhadap Iran.
Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif menjelang akhir pekan karena khawatir konflik akan semakin meluas.
Harga minyak sempat melemah setelah muncul harapan perundingan damai. Harga minyak mentah Brent ditutup turun hampir 4% menjadi US$ 96,78/bbl. Sedangkan, harga minyak mentah WTI turun sekitar 3% ke US$ 89,31/bbl.
Bursa Asia Melemah, Mengikuti Pelemahan Wall Street. Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Jumat (24/7) pekan lalu, mengikuti penurunan Wall Street.
Investor semakin skeptik bahwa dana yang digelontorkan ke pembangunan AI akan menghasilkan return yang memadai.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,73%, dan Topix melemah 1,05%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq anjlok masing-masing lebih dari 5%.
Selain itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,98%, CSI 300 melemah 1,67%, Taiex Taiwan turun 2,67%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,75%.
Di sisi lain, Straits Times menguat 0,12% dan FTSE Malaysia melemah 0,79%. Semakin menekan sentimen, harga minyak Brent ditutup pada level US$ 96,78/bbl.
Sementara itu, latar belakang geopolitik membuat investor semakin cermat memperhatikan perdagangan AI. Pasar menuntut bukti bahwa pengeluaran AI besar-besaran akan menghasilkan pendapatan yang sesuai. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
