TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OKAS Pertahankan Pendapatan Stabil, Bidik Peluang RKAB dan Ekspor di Semester II

Busthomi
27 July 2026 | 12:09
rubrik: Capital Market
OKAS Pertahankan Pendapatan Stabil, Bidik Peluang RKAB dan Ekspor di Semester II

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (IDX: OKAS) berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026.

Emiten yang bergerak di bidang solusi kimia dan peledakan pertambangan ini membukukan pendapatan konsolidasian sebesar USD76,33 juta, didukung permintaan yang tetap kuat pada bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan.

Selain menjaga stabilitas pendapatan, Ancora juga mencatat EBITDA sebesar USD10,51 juta, laba bruto USD18,94 juta, serta laba periode berjalan sebesar USD1,06 juta.

Perseroan juga mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan total aset mencapai USD157,63 juta, total ekuitas USD56,84 juta, dan rasio Net Gearing yang tetap rendah di level 0,57 kali.

Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan, mengatakan kinerja tersebut menunjukkan daya tahan bisnis Perseroan di tengah dinamika industri pertambangan.

“Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar USD76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertical,” kata dia, dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

“Perseroan juga terus menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh, didukung oleh posisi terkemuka dalam manufaktur Amonium Nitrat dan penyediaan solusi peledakan, serta diperkuat oleh produksi aksesori peledak, bahan kimia lainnya, dan solusi logistik,” imbuh Ale.

Ia menambahkan, laba bruto sebesar USD18,94 juta dan EBITDA USD10,51 juta masing-masing meningkat 40% dan 96% secara kuartalan (quarter-on-quarter). Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar.

Secara operasional, bisnis bahan kimia dan bahan peledak pertambangan masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Segmen manufaktur dan perdagangan menyumbang USD47,34 juta atau sekitar 62% dari total pendapatan, sedangkan bisnis solusi peledakan memberikan kontribusi USD25 juta atau 33%.

BACA JUGA:   Lewat Aksi IPO, Hillcon Optimistis Pendapatan 2023 Melonjak Jadi Rp6 Triliun

Pendapatan dari bisnis solusi peledakan juga tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi neraca, Ancora tetap menjaga likuiditas yang memadai. Per 30 Juni 2026, Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar USD7,52 juta, dengan rasio lancar sebesar 1,29 kali, mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek sekaligus menjaga fleksibilitas pendanaan.

Memasuki semester II-2026, manajemen memandang prospek bisnis masih terbuka lebar seiring potensi peningkatan aktivitas pertambangan nasional.

Ale mengatakan Ancora berada pada posisi yang kuat sebagai satu-satunya perusahaan bahan kimia dan bahan peledak pertambangan terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan rantai nilai yang mencakup manufaktur amonium nitrat, detonator, booster, layanan logistik hingga jasa peledakan di lokasi tambang.

“Prospek pertumbuhan hingga akhir tahun 2026 dan seterusnya tetap positif, terutama dengan adanya rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dapat mendukung peningkatan aktivitas pertambangan pada semester kedua tahun ini. Ancora juga melihat potensi yang besar dari berbagai proyek baru serta meningkatnya peluang ekspor Amonium Nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik,” tutur Ale.

Menurut dia, peluang tersebut didukung oleh tren permintaan regional yang terus meningkat serta kondisi rantai pasok yang semakin kondusif.

Di saat yang sama, Ancora juga melanjutkan strategi diversifikasi pelanggan dengan memperluas pasar di luar sektor pertambangan, termasuk menjajaki pasokan produk untuk industri pertanian. Perseroan juga memperkuat integrasi bisnis melalui pembangunan Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat platform ekspor Perseroan sekaligus menjadi salah satu mesin pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang.

Tags: Kinerja emitenkinerja keuanganOKASPT Ancora Indonesia Resources Tbk
Previous Post

Perkuat Pendanaan Pengembangan Panas Bumi, PGEO Dikucuri Kredit Bank Mizuho

Next Post

BRIN Perkuat Ekosistem Riset Hidrogen untuk Dukung Transisi Energi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR