TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Apik, Vale Indonesia Catat Penjualan Lebih dari 2 Juta Ton Bijih Nikel pada Semester I 2026

Albarsyah
27 July 2026 | 13:12
rubrik: Business Info
Divestasi Tuntas, PT Vale Indonesia Siap Jadi Produsen Nikel Berkelas Dunia

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan penjualan bijih nikel lebih dari dua juta ton pada semester pertama 2026. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto di Kabupaten Morowali, Senin, mengatakan penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel tersebut mencerminkan dedikasi serta kolaborasi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan secara bertanggung jawab.

“Penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel menjadi tonggak penting bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi,” kata Bernardus.

Selain mencatatkan kinerja penjualan tersebut, perusahaan yang tergabung dalam Mineral Industri Indonesia, holding industri pertambangan milik negara, juga meresmikan Pevalea Dormitory sebagai bagian dari investasi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Menurut Bernardus, kehadiran Pevalea Dormitory menjadi simbol komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, PT Vale juga mendatangkan autoclave, yang merupakan peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi.

Kedatangan peralatan tersebut menjadi bagian dari pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang termasuk dalam Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bernardus mengatakan kedatangan autoclave merepresentasikan transformasi industri pertambangan Indonesia menuju hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

Melalui teknologi HPAL, bijih limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.

“Artinya, PT Vale tidak hanya memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga berkontribusi pada agenda transisi energi dan ekonomi rendah karbon Indonesia,” ujar Bernardus.

BACA JUGA:   BSN Beri Akses “Gratis” Dokumen SNI dan ISO
Tags: vale indonesia
Previous Post

Ekspansi PHE, Akuisisi 9 Wilayah Kerja Eksplorasi dalam Tiga Tahun

Next Post

Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR