TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Masih Rentan Koreksi, Enam Saham Ini Jadi Pilihan Trading: NCKL, INDY, BFIN, BIPI, MINA, dan INET

Busthomi
28 July 2026 | 08:11
rubrik: Capital Market
Dengan BIONS, BNI Sekuritas Targetkan Penambahan Investor 30℅

Ilustrasi pergerakan saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.17%, disertai dengan net sell asing ~492 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, EMAS, BBRI, ASII dan DSSA.

Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpeluang untuk tes resistance di 6220, tapi setelah itu rentan kembali koreksi dengan target middle term di 6050-6150.

“Dengan level Support IHSG diperkirakan di rentang 6050-6150 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6200-6220,” ungkap dia, dalam risetnya, Selasa (28/7/2026).

Trading Idea hari ini: NCKL, INDY, BFIN, BIPI, MINA, dan INET

  • NCKL Spec Buy dengan area beli di 840, cutloss di bawah 830. Target dekat di 860-890.
  • INDY Buy if Break 2630 dengan target dekat di 2680-2770. Cutloss di bawah 2540.
  • BFIN Spec Buy dengan area beli di 765-780, cutloss di bawah 750. Target dekat di 805-835.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 143-146, cutloss di bawah 141. Target dekat di 150-154.
  • MINA Spec Buy dengan area beli di 274, cutloss di bawah 268. Target dekat di 280-288.
  • INET Buy on Weakness dengan area beli di 216-226, cutloss di bawah 208. Target dekat di 230-234.

Global Overnight Review

Wall Street Ditutup Bervariasi: Pasar Menanti Data Kinerja Perusahaan Teknologi. Wall Street beragam pada awal pekan, karena investor menantikan panduan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk merilis kinerja Q2.

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,02%, Nasdaq Composite melemah 0,18% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,51%.

Saham Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple dijadwalkan melaporkan hasil kinerja kuartalan pada pekan ini. Pekan lalu, hasil kinerja kuartalan dari Tesla dan Alphabet menunjukkan pengeluaran besar untuk AI.

BACA JUGA:   RUPS PBRX Setujui Penerbitan Obligasi Senilai US$ 350 Juta

Sementara itu, saham Walmart naik 2,1%, Microsoft bertambah 1,9%, dan Johnson & Johnson naik 1%.

Harga minyak mentah turun ke level terendah dalam seminggu karena Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang melakukan “pembicaraan yang baik” dengan Iran dan ada kemungkinan kesepakatan damai, namun memperingatkan serangan AS akan dilanjutkan jika negosiasi gagal membuahkan hasil.

Saham perusahaan minyak turun, Occidental Petroleum turun 4,1% dan Exxon Mobil melemah 1,4%.

Keputusan kebijakan moneter The Fed akan diumumkan pada Rabu (29/7), dengan ekspektasi 62% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level 25 bps, menurut alat CME FedWatch.

Selain itu, indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk bulan Juni akan dirilis Kamis (30/7).

Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Turun Usai Ketegangan Teluk Mereda. Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (27/7), setelah meredanya konflik di kawasan Teluk mendorong penurunan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran inflasi, memperkuat pasar obligasi, serta meningkatkan optimisme investor menjelang pekan yang dipenuhi rapat bank sentral dan laporan kinerja emiten global.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,5%, dan Topix melesat 1,4%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,97%, dan Kosdaq naik 2,2%.

Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,98%, CSI 300 menguat 1,15%, dan ASX 200 Australia bertambah 1,39%. Sedangkan, Taiex Taiwan turun 0,05%.

Selain itu, Straits Times menguat 0,57% dan FTSE Malaysia naik 0,71%. Di sisi lain, Iran pada Minggu (26/7) menyatakan akan menghentikan serangan militernya selama AS juga melakukan hal yang sama.

Sementara itu, militer AS dilaporkan mulai mengkhawatirkan menipisnya persediaan amunisi.

Namun, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran masih melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Pasar Bisa Berbalik Rebound, Analis Rekomendasikan Buy Saham Ini: BBNI, UNVR, SCMA, dan PGEO

Next Post

IHSG Diperkirakan Menguat, Didukung Sentimen Komoditas dan Potensi Rotasi Dana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR