Jakarta, TopBusiness—Sekitar 69,5% pelaku UMKM di Indonesia masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Tantangannya bukan semata karena keterbatasan akses, tetapi juga karena banyak pelaku usaha belum memiliki profil usaha dan kesiapan administrasi yang memadai saat mengajukan pembiayaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI), lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) terbesar di Indonesia, resmi ditunjuk sebagai mitra dalam ekosistem SAPA UMKM, platform digital terintegrasi milik Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui kemitraan ini, diharapkan lebih dari 57 juta UMKM yang menjadi target pengguna SAPA UMKM akan memperoleh akses yang lebih mudah untuk membangun profil usaha yang lebih kredibel.
“Hal itu sebagai bekal meningkatkan kesiapan memperoleh pembiayaan formal. Integrasi tersebut dilakukan melalui Andalan UMKM, platform milik CBI yang menyediakan laporan profil usaha,” kata Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, hari ini di Jakarta.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja.. Namun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 69,5% UMKM masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Tantangannya tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapan, mulai dari keterbatasan riwayat kredit, administrasi yang belum memadai, hingga minimnya visibilitas terhadap profil usaha saat mengajukan pembiayaan.
SAPA UMKM hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui sebuah super app terintegrasi yang menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan dan edukasi, akses pasar, dukungan produktivitas, hingga informasi berbagai program pemerintah.
Melalui integrasi dengan Andalan UMKM, para pelaku usaha yang terdaftar di SAPA UMKM kini dapat memperoleh akses yang lebih mudah untuk membangun profil usaha dan meningkatkan kesiapan kredit mereka. “Bagi banyak UMKM, langkah ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang memperoleh akses ke pembiayaan formal untuk pertama kalinya,” kata Anton.
Anang Rachman, Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, mengatakan SAPA UMKM dikembangkan sebagai platform digital nasional yang mengintegrasikan data, layanan, dan berbagai program pemerintah untuk mempermudah pelaku UMKM mengakses pembiayaan, pendampingan, hingga perlindungan usaha dalam satu ekosistem.
“Kehadiran SAPA UMKM diharapkan mampu mewujudkan sistem satu data UMKM yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Platform ini juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM, termasuk dalam memperoleh akses pembiayaan,” ujar Anang.
