TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri Dody Tinjau Pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Percepat Penanganan Pascabanjir

Albarsyah
30 July 2026 | 06:17
rubrik: Business Info
Menteri Dody Tinjau Pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Percepat Penanganan Pascabanjir

Jakarta, TopBusiness – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan pengendalian banjir di kawasan Sungai Aek Sigala-gala, yang merupakan anak Sungai Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target.

Dalam peninjauan itu, Menteri Dody menjelaskan bahwa persoalan Sungai Aek Sigala-gala sebelumnya belum teridentifikasi sebagai bagian dari kawasan yang memerlukan penanganan khusus, meskipun hulunya terhubung dengan Sungai Tukka yang merupakan sungai nasional.

“Sungai Aek Sigala-gala punya provinsi. Jadi begitu kemarin ada banjir, kemudian saya diinfokan oleh Kepala Balai, saya bilang ya sudah dikerjakan saja. Memang harus ada diskresi khusus dari menteri karena itu bukan sungai nasional,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody mengatakan pemerintah kini mulai melakukan pembenahan pada saluran sungai agar aliran air lebih lancar dan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Sekarang kita mulai kerja dari sini, sudah dibuka salurannya. Nanti kita tinggikan supaya gorong-gorongnya lebih besar. Sama seperti di Tukka, kita bikin gorong-gorong besar. Sehingga kalau pun air turun dari sana, bisa lebih lancar masuk ke Sungai Sigala-gala,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian PU juga mempercepat pembangunan Sabo Dam sebagai upaya menahan material sedimen yang terbawa arus banjir. Menurut Menteri Dody, proses pembangunan sempat terkendala cuaca karena hujan kembali turun saat pekerjaan berlangsung.

“Sebetulnya bukan lambat, karena kita bikin sementara terus hujan turun lagi dan banjir turun lagi, kesapu lagi. Jadi tadi saya minta yang dipercepat itu pekerjaan Sabo Dam aja,” jelasnya.

Sebelumnya, Sungai Aek Sigala-gala dilanda banjir pada 17 Juli 2026 akibat tingginya intensitas hujan. Besarnya debit air menyebabkan luapan melewati tanggul sungai yang memiliki ketinggian sekitar empat meter. Arus yang deras kemudian menggerus badan tanggul hingga akhirnya jebol dan memicu banjir di wilayah sekitar.

BACA JUGA:   Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Capai 73% November 2020

Menteri Dody berharap percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, termasuk Sabo Dam dan peningkatan kapasitas saluran sungai, dapat memperkuat sistem mitigasi bencana serta mengurangi risiko banjir dan endapan lumpur pada musim hujan mendatang.

Percepatan penanganan pasca bencana merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak, sejalan dengan semangat PU 608 yang mengedepankan respons cepat, perlindungan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang tangguh.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Pendapatan Tumbuh 22,8% Jadi USD 82,1 Juta, CDIA Pastikan Ekspansi Infrastruktur Terus Berlanjut

Next Post

Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR