TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inilah Indikator Daya Beli Masyarakat Tumbuh

Achmad Adhito
6 August 2026 | 14:25
rubrik: Ekonomi
Indeks Keyakinan Konsumen RI Masih Bagus

Konsumen Ponsel di Jakarta (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Daya beli masyarakat masih menunjukkan tren yang positif di triwulan II 2026. Hal tersebut antara lain tercermin dari meningkatnya nilai impor barang konsumsi yang tumbuh sebesar 27,15 persen (year-on-year).

“Kenaikan impor barang konsumsi tersebut menjadi indikasi bahwa konsumsi rumah tangga terus tumbuh,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus G. Kartasasmita, dalam keterangan tertulis, hari ini.
 
Di sisi lain, peningkatan impor juga menunjukkan masih terdapat keterbatasan kapasitas penyediaan bahan baku maupun komponen tertentu di dalam negeri, sehingga sebagian kebutuhan industri dan masyarakat masih harus dipenuhi melalui impor.
 
Pertumbuhan konsumsi masyarakat merupakan sinyal positif bagi dunia industri karena menunjukkan permintaan domestik yang tetap kuat. “Namun, kita juga harus menjadikan kenaikan impor barang konsumsi sebagai momentum untuk memercepat penguatan struktur industri nasional agar semakin banyak kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produk dan bahan baku dari dalam negeri,” ujar menteri tersebut.
 
Menurut Menperin, meningkatnya impor barang konsumsi juga menjadi indikasi bahwa kebijakan perlindungan terhadap industri dalam negeri, khususnya industri penyedia bahan baku, masih perlu terus diperkuat.

Penguatan tersebut diperlukan agar kapasitas industri nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara lebih optimal, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperdalam struktur industri nasional.
 
Meski demikian, Menperin mengakui bahwa pada triwulan II-2026 komponen net ekspor masih memberikan andil negatif sebesar 0,78 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus memerkuat daya saing industri manufaktur melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi, diversifikasi produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor. Itu agar kinerja perdagangan Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.
 

BACA JUGA:   Tumbuh Melambat, Utang Luar Negeri Pemerintah Disebar ke Sektor-sektor Ini
Tags: agus kartasasmitadaya beli masyarakatimpor barang konsumsi
Previous Post

Lippo Karawaci Bukukan Pendapatan Rp3,61 Triliun dan Laba Bersih Rp385 Miliar pada Semester I 2026

Next Post

BP BUMN-Danantara Kawal Ketat Transformasi PT Pos Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR