
Jakarta, businessnews.id — Setelah Pemilihan Umum Legislatif 2014 (Pemilu Legislatif), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) siap mengawal tranparansi dana Pemilihan Umum Presiden (Pemilu Presiden) yang berlangsung 9 Juli mendatang. “Hanya dengan Pemilu yang transparan, bangsa Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang berintegritas dan profesional, yang membawa ke arah kemajuan,” kata Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI), Profesor Mardiatmo, di Jakarta (25/4/2014).
Menurutnya, aspek transparansi dan akuntabilitas publik para calon pemimpin kini menjadi sangat penting. Tidak hanya agar publik terhindar dari praktik politik yang tidak sehat, tapi juga agar mereka yang terpilih dikenal baik oleh para pemilihnya, sehingga pada gilirannya akan menumbuhkan kepercayaan.
“Kata kuncinya adalah partisipasi publik. Hal itu kemudian berimbas pada kualitas Pemilu dan kualitas pemimpin yang didapat dari Pemilu tersebut,” ujarnya.
“Pemilu yang sukses adalah yang merepresentasikan keinginan publik. Lalu, akan tercipta kepercayaan dan dukungan yang luas bagi sang pemimpin.”
Sesuai regulasi, laporan keuangan dana kampanye disusun untuk keseluruhan peserta Pemilu termasuk caleg dan simpatisan. Penyampaian laporan itu harus bisa dinilai kualitasnya. Dan jika ada partai peserta Pemilu yang tidak menyampaikan laporannya pada 24 April 2014, konsekuensi hukumnya adalah gugur sebagai peserta Pemilu, berikut seluruh legislatornya di daerah pemilihan tersebut. (ZIZ)
EDITOR: DHI