Jakarta, BusinessNews Indonesia – Ajang TOP Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2018 kembali digelar Majalah BusinessNews Indonesia bersama Asia Business Research Center dan beberapa lembaga Tim Penilai.
Kegiatan TOP BUMD, diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun. Bertempat di Rafflesia Grand Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/5) kali ini acara penganugerahan TOP BUMD, dihadiri oleh 750 peserta, termasuk Kepala Daerah dan TOP Manajemen BUMD seluruh Indonesia.
Untuk tahun 2018 ini, tema yang diangkat adalah “BUMD Hebat, Kunci Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”. Tahun ini, evaluasi dan proses untuk menggali dan menguraikan, dalam waktu beberapa bulan.
M. Luthfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD 2018 memaparkan bahwa para peserta TOP BUMD 2018 menyaring lebih dari 2.000-an BUMD di seluruh Indonesia. Kemudian diseleksi menjadi 200 BUMD Finalis.
Dari Finalis tersebut, sebanyak 150 BUMD Finalis yang sudah selesai. Jumlah Penyertaan ini, meningkat 42,1% dibandingkan tahun yang ada di mana 79 proses.
Di sini, beberapa lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai ada beberapa. Antara lain Asia Business Research Center; Alvara; Sinergi Daya Prima; PPM Manajemen; Melani K. Harriman Associates; dan lain-lain.
Setiap peserta yang merupakan penjutian, mendapatkan umpan balik / nilai tambah berupa masukan dan saran-saran dari Dewan Juri yang akan memperbaiki usaha dimasa yang akan datang.
Melihat besarnya manfaat yang dapat dihasilkan bagi BUMD dan Pemerintahan Daerah, maka kami sangat menyayangkan jika ada BUMD yang tidak ada kegiatan TOP BUMD, karena melalui kegiatan ini, setiap BUMD berkesempatan untuk mendapatkan umpan balik, masukan, dan saran dari Dewan Juri. Banyak proses pembelajaran didalamnya.
Oleh karena itu, sekiranya berkenan, diharapkan agar para Kepala Daerah, dapat mendorong seluruh BUMD di daerahnya, untuk dapat mengikuti kegiatan TOP BUMD di tahun-tahun mendatang.
Melalui kegiatan TOP BUMD ini, diharapkan akan semakin banyak bermunculan BUMD-BUMD Hebat, yaitu BUMD yang terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan usaha, dapat lebih menguntungkan dalam pembangunan di daerah maupun di tingkat
