Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.352,38. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,63 poin atau 0,26 persen ke posisi 632,49.
Pada awal perdagangan pukul 09.05 WIB, aktivitas transaksi tercatat cukup aktif. Volume perdagangan mencapai sekitar 410 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp305 miliar dan frekuensi transaksi sekitar 34 ribu kali.
Pergerakan IHSG pada pembukaan ditopang oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat sekitar 0,5 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik sekitar 0,7 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat sekitar 0,6 persen, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik sekitar 0,4 persen, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat sekitar 1,2 persen.
Dengan dukungan saham-saham tersebut, IHSG sempat bergerak di kisaran 6.350–6.356 pada menit-menit awal perdagangan.
Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor keuangan mencatat penguatan sekitar 0,4 persen, sektor infrastruktur naik sekitar 0,3 persen, dan sektor energi menguat sekitar 0,2 persen. Adapun sektor bahan baku bergerak melemah tipis seiring koreksi pada beberapa saham komoditas logam.
Analis menilai penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan mencerminkan masih terjaganya minat investor terhadap saham-saham defensif dan perbankan besar. Kenaikan LQ45 yang lebih tinggi dibandingkan IHSG menunjukkan arus dana cenderung masuk ke saham-saham unggulan dengan likuiditas tinggi.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Area 6.330 diperkirakan menjadi level penopang terdekat, sedangkan 6.380–6.400 menjadi area resistensi yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar mencermati pergerakan bursa Asia yang cenderung positif, stabilitas nilai tukar rupiah, ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta perkembangan harga energi dan komoditas.
Apabila saham-saham perbankan utama mampu mempertahankan penguatannya hingga sesi pertama berakhir, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area 6.370–6.390. Namun, tekanan pada saham komoditas dan aksi ambil untung jangka pendek masih berpotensi membatasi ruang penguatan indeks pada perdagangan hari ini.
Data AI
