TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Konsorsium Investor dari Singapura dan Timteng Minati Bank Muamalat

Nurdian Akhmad
4 May 2018 | 13:48
rubrik: Finance
Bank Pelat Merah Belum Lirik Bank Muamalat

Kantor Pusat Bank Muamalat/Foto: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Presiden Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad K Permana mengatakan ada tiga calon investor dari dalam dan luar negeri yang tertarik untuk menyuntikkan modal ke pionir bank syariah di Indonesia itu.

“Ada tiga calon investor, yang dari luar dua, dalam negeri satu. Tiga-tiganya masih on progress. Tapi saya belum bisa konfirmasi siapa spesifiknya sampai nanti kalau sudah sign dan agree dengan kami,” ujar Achmad di Jakarta, Jumat (4/5/2018)

Achmad hanya menyebutkan, dua calon investor dari luar negeri yaitu konsorsium yang berasal dari Singapura dan Timur Tengah. Sementara, ketika ditanya investor dari dalam negeri adalah bank BUMN, Achmad menolak untuk mengkonfirmasi.

“Jadi ada dari dalam negeri juga. Setelah confirm, nanti kami disclosed siapa,” ujar Achmad.

Sejak tahun lalu, Bank Muamalat memang sudah merencanakan untuk melakukan aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) oleh investor strategis untuk menambah modal.

PT Minna Padi Investama disebut siap menjadi pembeli siaga ‘rights issue’ Bank Muamalat namun batal karena tidak mampu memenuhi kewajibannya sebelum tenggat waktu yang ditentukan sesuai kesepakatan.

Berdasarkan laporan keuangan bank per kuartal IV 2017, aset Muamalat tumbuh 10,59 persen (yoy)menjadi Rp61,7 triliun, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) naik menjadi 13,62 perse dari tahun sebelumnya sebesar 12,74 persen.

Akan tetapi, dari sisi rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) naik menjadi 4,43 persen dari tahun lalu sebesar 3,83 perse. Laba juga ikut tergerus 67,55 perse n menjadi Rp26,12 miliar dari tahun lalu sebesar Rp80,51 miliar.

 

BACA JUGA:   Bank Muamalat Siap Gandeng Investor Malaysia
Tags: bank muamalat
Previous Post

Mendagri: Top BUMD, Role Model Pengembangan BUMD dan Ekonomi

Next Post

5 Seri Obligasi Indosat Senilai Rp 2,71 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR