TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BKDP Ungkap Strategi Perbaiki Kinerja, Andalkan Hyatt Centric West Surabaya

Busthomi
13 August 2026 | 15:20
rubrik: Capital Market
BKDP Ungkap Strategi Perbaiki Kinerja, Andalkan Hyatt Centric West Surabaya

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bukit Darmo Property Tbk (IDX: BKDP) membeberkan sejumlah langkah untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha perseroan.

Strategi tersebut disampaikan dalam tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul adanya ketidakpastian material terkait kemampuan Grup mempertahankan kelangsungan usaha.

Dalam dokumen klarifikasinya, BKDP menjelaskan bahwa terdapat dua agenda utama yang tengah dijalankan untuk mendukung kelangsungan usaha, yakni penutupan sejumlah entitas anak dan pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya.

Corporate Secretary BKDP, Brasada Chandra, menjelaskan penutupan tiga entitas anak, yakni MUSU, SMU, dan MMU, merupakan bagian dari strategi perseroan untuk lebih fokus pada unit usaha yang masih berjalan serta memiliki potensi pengembangan.

“Perseroan sedang fokus pada unit usaha yang ada dan unit usaha yang berpotensi untuk berkembang,” demikian penjelasan Brasada dalam surat klarifikasi kepada BEI, Kamis (13/8/2026).

Menurut perseroan, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya efisiensi. Proses penutupan ketiga entitas tersebut saat ini masih menunggu penerbitan surat keputusan penutupan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Di sisi lain, BKDP menempatkan pengembangan Hyatt Centric West Surabaya sebagai salah satu bagian penting dari upaya memperkuat bisnis ke depan.

Proyek tersebut saat ini berada dalam tahap finalisasi detail engineering design dan perhitungan Bill of Quantity untuk selanjutnya masuk proses tender. Perseroan menargetkan hotel tersebut dapat mulai beroperasi pada Juni 2028.

Terkait sumber pendanaan proyek, BKDP menyatakan masih melakukan pembahasan dan evaluasi manajemen. Namun, setelah beroperasi secara komersial, proyek Hyatt Centric West Surabaya diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan berulang (recurring income) sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap arus kas dan kinerja keuangan perseroan.

BACA JUGA:   Melonjak 48,5%, Maybank (BNII) Torehkan Laba Rp1,66 Triliun

Untuk mendukung pengembangan bisnis properti yang sudah ada, BKDP juga menggandeng konsultan leasing, PT Tata Cakrawala Indonesia, untuk meningkatkan tingkat okupansi dan pendapatan sewa mal. Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap pendekatan dengan calon tenant.

Selain itu, perseroan bekerja sama dengan Hyatt Management dalam pengelolaan hotel sebagai bagian dari pengembangan proyek Hyatt Centric West Surabaya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional, pendapatan, serta arus kas setelah hotel mulai beroperasi secara komersial.

Target Kinerja

Selain proyek pengembangan, BKDP juga berupaya mengoptimalkan aset yang dimiliki. Perseroan menyatakan tidak memiliki rencana pelepasan aset dan memilih fokus pada optimalisasi pemanfaatan serta pengembangan aset, termasuk penyelesaian proyek Hyatt Centric West Surabaya.

Berdasarkan penjelasan kepada BEI, nilai wajar persediaan dan properti investasi BKDP terakhir mengacu pada laporan penilai independen KJPP Aksa, Nelson & Rekan tertanggal 29 Desember 2023, dengan nilai pasar sekitar Rp2,045 triliun.

Di sisi persediaan, BKDP mencatat nilai sekitar Rp270,2 miliar per 31 Maret 2026, yang didominasi apartemen siap jual dan bangunan dalam konstruksi.

Perseroan menjelaskan, Tower A telah selesai dibangun dengan 128 unit telah terjual dan 42 unit masih tersedia untuk dipasarkan. Sementara Tower B atau 9BLV juga telah selesai dibangun, dengan 49 unit terjual, dua unit tersewa, dan 49 unit masih tersedia untuk dipasarkan.

Untuk pengembangan hotel, perseroan menargetkan soft opening pada Juni 2028.

Manajemen menilai nilai tercatat persediaan masih dapat direalisasikan berdasarkan estimasi harga jual, kondisi pasar, dan strategi pemasaran. Karena itu, hingga saat ini BKDP belum membentuk cadangan penurunan nilai persediaan.

Meski demikian, perseroan mengakui kondisi pasar masih menjadi tantangan. BKDP menyebut minimnya minat terhadap apartemen dan perkantoran menjadi salah satu kendala yang dihadapi.

BACA JUGA:   Indeks Komposit Segaris dengan Bursa Asia

Dari sisi pendapatan, BKDP mencatat pendapatan usaha sebesar Rp9,2 miliar per 31 Maret 2026, meningkat sekitar 7,9% dibandingkan Rp8,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, perseroan masih menghadapi tantangan profitabilitas. BKDP mengakui telah membukukan rugi bersih secara berkelanjutan sejak 2020.

Menurut Brasada, kerugian tersebut terutama dipengaruhi beban operasional dan beban keuangan yang masih relatif tinggi dibandingkan pendapatan, ditambah tingkat okupansi dan penjualan aset yang belum optimal.

Karena itu, strategi perbaikan kinerja diarahkan pada peningkatan penjualan dan tingkat hunian, peningkatan pendapatan sewa serta aktivitas komersial, dan pengembangan Hyatt Centric West Surabaya.

Tags: BKDPKinerja emitenPT Bukit Darmo Property Tbk
Previous Post

Pembiayaan Syariah Didorong sebagai Alternatif Ekspansi Korporasi

Next Post

INET Resmikan Data Center JKT01 di Gedung Cyber Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR