TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wujudkan Swasembada Pangan, Infrastruktur Irigasi dan Pengelolaan Partisipatif Diperkuat di Papua Selatan

Albarsyah
13 August 2026 | 20:16
rubrik: Business Info
Wujudkan Swasembada Pangan, Infrastruktur Irigasi dan Pengelolaan Partisipatif Diperkuat di Papua Selatan

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional di kawasan Wanam, Papua Selatan, melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, infrastruktur pengendalian banjir, dan penguatan kelembagaan petani. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, upaya tersebut terus dipercepat sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan Papua Selatan (KSPP).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan sekaligus penopang utama produktivitas pertanian.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara cepat, terukur, terpadu, dan berkelanjutan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Pengembangan KSPP Papua Selatan mencakup pembangunan jaringan irigasi rawa dan infrastruktur pengendalian banjir pada area seluas 10.000 hektare yang terbagi dalam tiga klaster, yaitu Klaster I seluas 1.200 hektare, Klaster II seluas 2.800 hektare, dan Klaster III seluas 6.000 hektare.

Hingga 6 Agustus 2026, progres pekerjaan Klaster I yang menjadi demplot pengembangan sawah seluas sekitar 1.200 hektare telah mencapai 91%. Untuk progres pembangunan jaringan irigasi rawa di KSPP Papua Selatan saat ini telah mencapai 38,64%. Sementara, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir mencapai 44,06%.

Pada area yang telah ditanami padi di Kampung Wanam, pembangunan saluran irigasi menunjukkan kemajuan signifikan. Saluran primer pemberi sepanjang 1,8 km telah selesai seluruhnya, demikian pula saluran sekunder pemberi sepanjang 1,8 km. Saluran sekunder pembuang sepanjang 1,8 km juga telah selesai dibangun. Adapun saluran primer pembuang direncanakan sepanjang 2,75 km dan saat ini telah terealisasi 0,9 km serta masih dalam proses penyelesaian.

BACA JUGA:   Anggaran Infrastruktur 2026 Capai Rp118,50 Triliun, Fokus Perkuat Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah

Selain membangun infrastruktur pendukung produksi pangan, Kementerian PU juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Melalui BWS Papua Merauke, Kementerian PU melaksanakan sosialisasi awal sekaligus pembentukan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kampung Wanam.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi bersama masyarakat, khususnya para petani, untuk memperkuat pengelolaan jaringan irigasi secara partisipatif. Melalui pembentukan P3A diharapkan terbentuk organisasi petani yang mampu berperan aktif dalam mengelola, memelihara, dan memanfaatkan air irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan,” kata Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman.

Kementerian PU juga menegaskan upaya pemerintah dalam membuka peluang mata pencaharian baru bagi masyarakat melalui pembukaan lahan sawah di Wanam. Sawah yang telah dibangun ini nantinya juga akan dilengkapi dengan jaringan irigasi yang sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pengembangan KSPP Papua Selatan merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Melalui semangat PU 608, Kementerian PU terus menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di kawasan timur Indonesia.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Pulihkan Konektivitas Aceh, 13 Ruas Jalan Nasional dan 14 Jembatan Kini Fungsional

Next Post

Perkuatan Titik Longsor Jalur Malalak Pulihkan Konektivitas Pascabencana di Agam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR