Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat mengantisipasi potensi kekeringan yang mengancam lahan pertanian di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Kementerian PU melakukan normalisasi Sungai Deket di Desa Soko, Kecamatan Glagah, untuk memperlancar aliran air yang akan dimanfaatkan bagi kebutuhan pertanian.
Kegiatan normalisasi yang dilaksanakan pada Sabtu (15/8/2026) ini menjadi bagian dari strategi Kementerian PU menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mencegah kekeringan saat puncak musim kemarau panjang akibat El Nino.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
Untuk mempercepat penanganan, BBWS Bengawan Solo mendatangkan excavator amphibi Komatsu PC 70 yang digunakan untuk melakukan normalisasi Sungai Deket atau sungai orde 3.
Pada tahap awal, normalisasi telah dilakukan sepanjang 35 meter, dengan lebar sekitar 5 meter dan kedalaman 1 meter pada sisi kanan sungai. Pekerjaan ini ditujukan untuk memperlancar aliran sehingga air dapat lebih optimal menuju kawasan persawahan.
Dari pekerjaan tersebut, aliran air diharapkan dapat mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas sekitar 440 hektare. Sumber air untuk penanganan kekeringan ini berasal dari Sungai Blawi yang kemudian akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air persawahan melalui sistem pemompaan.
Pekerjaan ini pun mendapat respons positif dari para petani. Salah satunya, Nadir, seorang petani Desa Soko, Kecamatan Glagah, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang membantu masyarakat menghadapi kekeringan.
“Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden Prabowo. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Nadir.
Selain itu, Kementerian PU juga akan melanjutkan pekerjaan normalisasi sesuai permohonan dari Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dengan total panjang penanganan yang direncanakan mencapai sekitar 2 kilometer.
Melalui langkah tersebut, Kementerian PU terus berupaya memastikan pasokan air tetap tersedia bagi petani sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan. Hal ini juga sejalan dengan Strategi Utama PU 608 dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
