Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah jeblok pada akhir perdagangan akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini ditutup positif. Indeks ditutup melonjak 92,75 poin atau setara 1,60% ke level 5.885,09.
Ini merupakan penguatan harian terbesar ke-2 pada tahun ini. Penguatan IHSG terjadi kala bursa saham regional diperdagangkan bervariasi: indeks Nikkei turun 0,03%, indeks Shanghai naik 1,48%, indeks Hang Seng naik 0,23%, indeks Strait Times turun 0,34%, dan indeks Kospi turun 1,04%.
Mengutip RTI, sembilan sektor menyumbang amunisi bagi laju indeks. Barang konsumsi memimpin dengan melesat hingga 5,09%. Diikuti, manufaktur yang naik 2,90%. Lalu, pertambangan, perkebunan, infrastruktur dan keuangan masing-masing naik di atas 1%.
Kencangnya laju IHSG ini didorong oleh optimisme atas membaiknya perekonomian Indonesia pada kuartal-II, seiring kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode April. Pada hari Jumat (4/5/2018), Bank Indonesia mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode April sebesar 122,2, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 121,6.
Kenaikan IKK ini merupakan yang pertama sepanjang tahun 2018. Kenaikan IKK pada bulan lalu didorong oleh salah satu dari dua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik menjadi 134,3, dari yang sebelumnya 133. Sementara itu, indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 110,2, sama dengan bulan sebelumnya.
Kenaikan optimisme pada akhirnya membuat masyarakat Indonesia semakin royal dalam membelanjakan uangnya. Pada bulan lalu, 66% pendapatan masyarakat dihabiskan untuk konsumsi, naik dari bulan Maret yang sebesar 63,9%. Rasio cicilan terhadap pendapatan juga naik menjadi 13,9% dari yang sebelumnya 13,7%. Di sisi lain, porsi pendapatan yang disimpan turun dari 22,4% menjadi 20%.
Kenaikan belanja masyarakat tentu berpotensi besar mendongkrak perekonomian Indonesia dan kinerja keuangan emiten di sektor barang konsumsi. Sebagai catatan, kinerja emiten barang konsumsi sepanjang kuartal I-2018 dapat dikatakan mengecewakan, seiring terus menurunnya IKK pada 3 bulan pertama tahun ini.
Sektor industri dasar, konstruksi dan perdagangan, mengekor dengan penguatan masing-masing kurang dari 1%. Hanya, sektor aneka industri yang turun 1,49%. Hingga sesi perdagangan berakhir, 216 saham ditutup naik, berbanding 168 saham yang turun. Sementara, 104 saham lainnya stagnan.
Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berkontribusi terbesar bagi kenaikan indeks, hari ini. SahamĀ blue chip ini menyumbang amunisi 28,17 poin, karena berhasil menanjak 8,23%. Selain itu, laju indeks juga ditopang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kontribusi masing-masing sebesar 17,45 poin dan 7,25 poin. Senin sore, saham UNVR ditutup naik 5,62% dan saham BMRI menguat 2,64%.
Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 10,11 miliar saham, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 7,43 triliun. Meski indeks rebound, pemodal asing masih condong melakukan aksi jual. Ini terindikasi dari nilai penjualan bersih alias net sell asing di semua pasar yang tercatat Rp 665,80 miliar.
Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tercatat paling banyak dilego asing. Saham produsen batubara ini menorehkan nilai penjualan bersih tertinggi oleh pemodal asing (highest net foreign sell) yaitu mencapai Rp 110,8 miliar. Diikuti, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai penjualan bersih Rp 92,4 miliar. Lalu, saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) dengan net sell value sebesar Rp 90 miliar.
