TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja BPJS Ketenagakerjaan 2017 Kinclong

Nurdian Akhmad
8 May 2018 | 20:33
rubrik: Ekonomi
Kinerja BPJS Ketenagakerjaan 2017 Kinclong

Foto: Nurdian

Jakarta, BusinessNews Indonesia – BPJS Ketenagakerjaan mencatat kinerja keuangan yang cukup menterang untuk tahun 2017. Dalam laporan keuangan BPJS Ketenagakerjaan, hampir semua mencapai  target yang telah ditetapkan.

“BPJS Ketenagakerjaan kembali mencatatkan keuangan yang menggembirakan untuk tahun 2017,” kata Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin dalam jumpa pers di Menara Jamsostek, Jakarta, pada Selasa (8/5/2018).

Evi memaparkan kekayaan dana operasional pada 2017 terealisasi sesuai target, yaitu Rp4.755 triliun. Sedangkan biaya operasional hanya mencapai 81,18 persen dari semula, yaitu Rp4.936 triliun, atau sebesar Rp4,007 triliun.

Dia menambahkan realitas (beban) neto pada 2017 mencapai Rp1.299 triliun. Angka itu setara 439,82 persen dari target semula yang hanya Rp295,469 miliar.

Capaian hasil investasi neto di 2017 juga mencapai Rp672.714 miliar atau 119,45 persen dari target semula yang cuma Rp563,176 miliar.

Demikian pula total aset yang mengelola BPJS Ketenagakerjaan pada 2017 telah mencapai Rp14.455 triliun. Angka itu setara 112,12 persen dari target yang hanya Rp12,892 triliun.

Untuk total dana investasi BPJS Ketenagakerjaan selama 2017, mencapai Rp10.786 triliun atau sebesar 137,82 persen dari target yang terperikan sebesar Rp7.826 triliun.

Menurut Evi, pada 2017, aset BPJS Ketenagakerjaan dari Dana Jaminan Sosial (DJS) telah mencapai Rp312,309 triliun. Nilai tersebut adalah 106,17 persen dari target awal, yaitu Rp294.164 triliun. “Sehingga aset yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp326,77 triliun,” ujarnya.

Evi mengungkapkan bahwa aset DJS sebesar Rp306,3 triliun telah diinvestasikan pada tahun 2017 dengan menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp27,3 triliun.

Investasi itu juga memberikan imbal hasil ke peserta Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 7,83 persen tanpa dikenakan pajak. Imbal hasil itu 3,83 persen lebih tinggi dari bungaigrasi rata-rata perbankan pemerintah, yaitu 5 persen sebelum pajak atau 4 persen setelah pajak.

BACA JUGA:   Presiden: Holding BUMN Pariwisata Jadi Momentum Transformasi Ekosistem Pariwisata

“Dari seluruh tingkat kesehatan keuangan BPJS maupuan DJS Ketenagakerjaan, yaitu rasio solvabilitas, likuiditas, BOPO (Biaya Operasional Penghasilan Operasional), juga rasio privasi terhadap batas minimum yang telah ditetapkan,” ujar dia.

Saat ini, tercatat 44,99 juta pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 26,2 juta tenaga kerja merupkan peserta aktif dan 488.188 Pemberi Kerja aktif yang memberikan kontribusi iuran sebesar Rp56,4 triliun.

Sepanjang tahun 2017, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menerima uang pertanggungan sebesar Rp25,2 triliun.

“Dan hasil tes kebolehan oleh pihak independen, tingkat kepuasan pelanggan atas layanan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 90,71 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 88,20 persen,” kata Evi.

 

 

Previous Post

Wagub DKI Sandi Hadiri Pelantikan PSMTI

Next Post

Terminal BBM Plumpang Kian Aman-Efisien, Mengapa?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR