Jakarta, TopBusiness – PT Oxala Energy International Tbk (IDX: PIPA) terus melanjutkan rencana ekspansi bisnis ke sektor energi melalui akuisisi perusahaan target yang bergerak di bidang pengolahan gas alam. Hingga 26 Agustus 2026, negosiasi mengenai skema transaksi tersebut masih berlangsung.
Corporate Secretary PT Oxala Energy International Tbk, Haerul Maelani, mengatakan proses pembahasan akuisisi masih berjalan dan perseroan tengah menyelesaikan berbagai tahapan yang diperlukan sebelum transaksi dapat direalisasikan.
“Sampai dengan saat ini negosiasi mengenai skema akuisisi Perusahaan Target yang bergerak di bidang Pengolahan Gas Alam masih terus berproses,” ujar Haerul dalam keterbukaan informasi Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026).
Perkembangan tersebut merupakan informasi lanjutan atas keterbukaan informasi PIPA sebelumnya pada 19 Agustus 2026. Dalam perkembangan terbaru, perseroan juga mengungkapkan proyeksi dampak transaksi terhadap laporan keuangan dan kinerja saham PIPA.
Konsolidasi Ditargetkan 2027
Lebih lanjut disebutkan Haerul, apabila seluruh proses transaksi berjalan lancar sesuai rencana, termasuk diperolehnya persetujuan dari kreditur perusahaan target, laporan keuangan perusahaan yang akan diakuisisi tersebut diperkirakan mulai dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan pada tahun buku 2027.
Masuknya perusahaan target ke dalam konsolidasi PIPA diharapkan memberikan tambahan kontribusi terhadap kinerja keuangan perseroan.
Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan target, PIPA yang saat ini Pemegang Saham Pengendalinya adalah PT
Morris Capital Indonesia (MCI) itu memperkirakan laba bersih perseroan akan mengalami peningkatan signifikan setelah proses konsolidasi dilakukan. Peningkatan tersebut juga diproyeksikan berdampak terhadap rasio Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) saham PIPA.
Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat forward-looking dan dapat berubah mengikuti dinamika proses transaksi.
Perkuat Ekspansi ke Sektor Energi
Dari sisi strategi, rencana akuisisi tersebut menjadi bagian dari langkah PIPA memperluas bisnis ke sektor energi, khususnya pengolahan gas alam.
“Transaksi tersebut berpotensi memperkuat kesinambungan ekspansi bisnis ke sektor energi dan pengolahan gas alam. Dari sisi keuangan, kontribusi terhadap laba bersih baru akan terlihat apabila proses transaksi selesai dan laporan keuangan perusahaan target mulai dikonsolidasikan,” terang dia.
Namun, perjalanan menuju transaksi final masih membutuhkan sejumlah tahapan. Selain negosiasi skema akuisisi, perseroan masih harus menyelesaikan proses persetujuan dari pihak-pihak terkait, termasuk kreditur perusahaan target.
Karena itu, PIPA menegaskan seluruh proses transaksi masih berada dalam tahap negosiasi dan penyelesaian persetujuan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan juga menyatakan pelaksanaan rencana transaksi akan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta ketentuan peraturan pasar modal.
