TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Akhir Pekan, IHSG Berbalik Melemah

Agus Haryanto
28 August 2026 | 16:16
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia mengakhiri perdagangan Jumat (28/8/2026) di zona merah. IHSG ditutup melemah tipis 3,62 poin atau 0,06% ke level 6.518,12.

Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa penguatan yang sempat terjadi pada awal hingga pertengahan perdagangan belum mampu dipertahankan hingga akhir sesi. Pada sesi I, IHSG justru sempat menguat 27,11 poin atau 0,42% ke level 6.548,85.

Dengan demikian, terjadi pembalikan arah atau profit taking pada paruh kedua perdagangan. Tekanan jual yang muncul menjelang penutupan membuat IHSG kehilangan sebagian besar penguatan yang sebelumnya diraih.

Sebagai perbandingan, pada perdagangan sebelumnya IHSG berada di level 6.521,75. Artinya, pada perdagangan Jumat ini indeks terkoreksi sekitar 3,63 poin secara perhitungan dari level penutupan sebelumnya, atau setara dengan pelemahan tipis sekitar 0,06%.

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 276 saham ditutup menguat, sementara 328 saham melemah dan 188 saham stagnan.

Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup terasa di pasar. Jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik, sehingga secara market breadth sentimen perdagangan cenderung negatif meskipun penurunan IHSG secara keseluruhan sangat terbatas.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan indeks bukan merupakan aksi jual besar-besaran pada seluruh pasar, melainkan lebih berupa tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang memiliki pengaruh cukup kuat terhadap pergerakan IHSG.

Aktivitas perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat cukup ramai. Total volume transaksi mencapai sekitar 34,20 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,90 triliun.

Besarnya aktivitas transaksi tersebut memperlihatkan bahwa investor tetap aktif melakukan jual beli saham meskipun IHSG berakhir melemah tipis.

Jika dibandingkan dengan kondisi sesi I, ketika volume perdagangan telah mencapai lebih dari 21 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp7,8 triliun, aktivitas perdagangan pada paruh kedua hari ini tergolong meningkat signifikan.

BACA JUGA:   Ketika Penutupan Perdagangan, IHSG Positif
Fase Konsolidasi

Pergerakan IHSG Jumat menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Indeks sempat bergerak agresif ke atas level 6.550, tetapi kemudian kehilangan momentum dan kembali ke bawah level tersebut.

Secara teknikal, level 6.500 menjadi area penting untuk diperhatikan pada perdagangan berikutnya. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya rebound masih terbuka.

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus 6.500 secara meyakinkan, investor perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.

Dari sisi psikologis, level 6.500 juga menjadi batas penting karena berada tidak jauh dari posisi penutupan 6.518,12. Sementara itu, area 6.550–6.570 dapat menjadi resistance jangka pendek, mengingat IHSG pada perdagangan Jumat sempat mencapai area tersebut. Pada sesi awal, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi sekitar 6.566,90.

Pelemahan hanya 0,06% sebenarnya belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Namun, kegagalan IHSG mempertahankan penguatan hingga penutupan menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih berhati-hati.

Investor akan mencermati apakah tekanan jual tersebut berlanjut pada awal perdagangan pekan depan atau justru menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi kembali.

Dengan penutupan di 6.518,12, IHSG masih berada dekat dengan level psikologis 6.500. Pergerakan berikutnya akan sangat menentukan apakah indeks mampu kembali menguji area resistance 6.550–6.570 atau justru bergerak turun menguji support 6.500.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

KAI Properti Tawarkan Hunian di Manggarai, Cicilan Mulai Rp 1 Juta

Next Post

Perkuat Peran Strategis PR, MSI Institute Gelar Pelatihan dan Sertifikasi BNSP di Bandung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR