Jakarta, TopBusiness – Upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat mendapat jawaban dari PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton). Dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, emiten pracetak ini memamerkan inovasi rumah modular bernama WHOME (WIKA Beton Home).
Kehadiran WHOME menjadi angin segar di tengah pameran yang menawarkan lebih dari 100 ribu unit hunian tersebut. Menampilkan tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi, WHOME hadir menawarkan solusi bahwa pemenuhan rumah bukan sekadar persoalan pembiayaan, melainkan bagaimana hunian bisa dibangun dengan cepat, terukur, dan bermutu tinggi.
Keunggulan utama WHOME terletak pada efisiensi waktu konstruksinya. Struktur utama rumah ini dapat didirikan hanya dalam waktu dua hari, sementara proses penyelesaian hingga siap huni hanya membutuhkan waktu sepuluh hari. Praktisnya lagi, sistem modular ini dirancang agar komponennya bisa dipasang tanpa bantuan alat berat, sehingga sangat fleksibel untuk dibangun di berbagai lokasi.
Dari sisi keamanan, rumah pracetak ini desainnya telah merujuk Standar Nasional Indonesia (SNI) dan lolos uji ketahanan gempa dari Laboratorium Kementerian Pekerjaan Umum dengan standar Kategori Desain Seismik (KDS) D. Selain kokoh, WHOME juga berstatus produk ramah lingkungan (green product) karena materialnya memanfaatkan bahan substitusi seperti fly ash dan slag, serta diproduksi menggunakan energi terbarukan di pabrik.
Ke depan, inovasi WHOME diproyeksikan menjadi alternatif utama bagi para pengembang dalam mengefisienkan proses konstruksi secara massal dengan standar mutu yang terjamin. Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, langkah strategis WIKA Beton ini diharapkan mampu mengakselerasi realisasi Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah, sekaligus membuktikan bahwa pembangunan cepat bisa berjalan selaras dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
