TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Diminta Ikut Cegah Bolongnya Ozon

Albarsyah
10 May 2018 | 10:10
rubrik: Capital Market
Industri Diminta Ikut Cegah Bolongnya Ozon

Sumber Foto: Istimewa

Cileungsi, BusinessNews Indonesia—Presiden Direktur Indesso Aroma, Robby J. Gunawan, menyatakan bahwa kalangan industri harus bisa memberikan kontribusi besar menjaga Bumi dalam ancaman semakin bolongnya ozon. Ancaman ini berasal dari kendaraan bermotor dan pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil, batu bara, dan migas (minyak dan gas).

“Kami sangat sadar akan hal tersebut. Hal ini sudah sangat sejalan dengan visi-misi perusahaan kami yang akan menjadi perusahaan pemimpin dalam hal itu. Serta komitmen berwawasan lingkungan dari hulu hingga hilir. Oleh sebab itu kami memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tipe atap di pabrik kami Aromatik, yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat,” kata dia di Cileungsi (9/5/2018).

Dia menjelaskan bahwa daya terpasang di situ sebesar 500 kilowatt atau 0,5 megawatt.
Dengan terpasangnya daya listrik tenaga surya sebesar 500 kilowatt ini pihaknya telah memberikan kontribusi dalam mereduksi emisi karbon sebesar 401 ton setara CO2, dalam setahun.

“Bila kalangan industri di Indonesia berkesadaran tinggi memanfaatkan tenaga listrik ramah lingkungan, pembolongan ozon bisa dikurangi dengan signifikan,” kata Robby.

Pengadaan energi surya di pabrik tersebut menelan biaya investasi sebesar Rp 9 miliar. Indesso Aroma mendapatkan subsidi sebesar 40% dari Joint Crediting Mechanism (JCM), yang merupakan lembaga donor negara Jepang yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Itu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian(Kemenko Perekonomian).

Kerja sama government to government ini telah berlangsung sejak tahun 2013 dalam rangka menekan global warming yang bisa sangat mengancam kehidupan manusia di muka bumi ini.

Asisten Menteri Bidang Kerja Sama Pembiayaan, Kemenko Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, menyatakan, “Melalui skema JCM yang merupakan kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang, kami sangat mendukung upaya sejenis dalam pemanfaatan subsidi dari pemerintah Jepang dalam rangka kegiatan penurunan emisi untuk pencegahan perubahan muka Bumi ini.”

BACA JUGA:   649 Megawatt Energi Alternatif Ditarget Operasi 2022

Lanjut Edwin, Kemenko Perekonomian ikut bangga bahwa telah timbul kesadaran dari industri bukan saja untuk bergabung dengan skema JCM, tetapi juga melakukan inovasi yang tiada henti di dalam aksi nyata penurunan emisi dan implementasi energi terbarukan.

Tags: energi alternatifozon
Previous Post

FTZ Diganti KEK, BP Batam Tunggu Kebijakan Pusat

Next Post

Greenwoods Group Ground Breaking Proyek JP Apartment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR