Jakarta, TopBusiness – Ajaib Group mendapat suntikan investasi senilai US$ 270 juta dolar AS atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, grup investasi besar asal Jepang. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan produk investasi di Indonesia.
CEO Ajaib Anderson Sumarli mengatakan, tambahan modal tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada sekitar tujuh juta pengguna Ajaib yang mayoritas merupakan investor pemula.
“Tentunya kami ingin untuk merekrut dan membesarkan SDM kami, terutama di bidang teknologi. Jadi dari engineering, product, business, operations, kami ingin memperkuat SDM kami,” kata Anderson dalam konferensi pers di Jakarta yang dikutip Selasa (1/9/2026).
Selain memperkuat SDM, Anderson mengatakan Ajaib akan mengembangkan produk-produk investasi yang lebih baik di Tanah Air. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk berinvestasi.
“Harapannya dengan produk investasi yang lebih baik, bisa membantu kaum muda berinvestasi saham Indonesia, saham luar negeri, atau aset digital,” ujarnya.
Anderson menyebut pendanaan tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat atau lima tahun terakhir.
Menurut dia, keberhasilan Ajaib memperoleh pendanaan dari investor Jepang tidak terlepas dari kepercayaan yang telah dibangun melalui basis penggunanya. Di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang mengalami naik turun, minat kaum muda untuk mulai berinvestasi disebut tetap terjaga.
Para investor pemula tersebut, kata Anderson, mulai menyisihkan sebagian penghasilannya secara berkala untuk berinvestasi. Ajaib juga berupaya memberikan edukasi kepada nasabah agar tetap sabar dalam menjalankan investasinya.
Sementara itu, Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea mengatakan masuknya SBI Holdings menjadi momentum penting bagi perusahaan sekaligus menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi dan industri teknologi finansial Indonesia.
“Ini investasi terbesar dalam lima tahun terakhir untuk startup di Indonesia,” kata Andi Gani dalam konferensi pers di Kantor Ajaib Group, Jakarta, dikutip Selasa (1/9/2026).
Menurut Andi Gani, investasi tersebut juga menunjukkan bahwa anggapan mengenai investor asing yang meninggalkan pasar Indonesia tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang terjadi.
“Kami berharap dengan masuknya investasi sebesar ini di dunia investasi startup, menambah semangat ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia. Tapi buktinya Rp4,8 triliun masuk ke dalam Ajaib Group,” ujarnya.
Dia menilai masuknya SBI Holdings menjadi bukti bahwa perkembangan Ajaib tidak terlepas dari pertumbuhan ekosistem investasi di Indonesia.
“Artinya tingkat kepercayaan asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Dengan masuknya SBI Holdings, ini adalah keberhasilan dari investasi di Indonesia,” tegasnya.
Andi Gani menambahkan, basis pengguna Ajaib kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Sekitar 80 persen pengguna Ajaib merupakan anak muda dan investor pemula, mulai dari investor ritel dengan modal kecil hingga investor dengan nilai investasi menengah dan besar.
