TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,65 Triliun di Semester I 2026

Busthomi
1 September 2026 | 16:48
rubrik: Capital Market
Masih Optimis, Bukit Asam tak Revisi Capex Rp4 T

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan pertama yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 (1H26) ke BEI/OJK.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengatakan, memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan.

“Di tengah momentum penguatan harga batubara global, Perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran,” ujar Bambang, Selasa (1/9/2026).

Capaian tersebut, kata dia, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Tercatat, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun sampai dengan akhir Juni 2026, atau naik sebesar 8% secara YoY. Meskipun volume penjualan turun 2% YoY, namun Newcastle Index naik 25% YoY dan ICI-3 naik 15% YoY, yang turut mendorong penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 10% YoY.

Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Juni 2026 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 51%, sedangkan sisanya 49% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Dengan beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp17,78 triliun, atau turun sebesar 2% secara YoY.

Penurunan ini seiring dengan penurunan volume operasional, baik produksi batu bara yang turun 10% YoY maupun angkutan yang juga turun 6% YoY. Selain itu, dari sisi stripping ratio juga tercatat lebih rendah di angka 5,26x dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di angka 6,17x. 

BACA JUGA:   Wall Street Angkat Indeks Komposit

Adapun, dengan adanya konflik di Selat Hormuz yang terjadi pada akhir Februari 2026 berdampak pada peningkatan harga BBM/liter menjadi Rp19.503,- per liter s.d. 30 Juni 2026, atau naik sebesar +34% YoY.

Hal tersebut tentunya berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh Perusahaan, baik kebutuhan jasa penambangan maupun angkutan kereta api.

Namun di tengah tantangan tersebut, biaya operasional perseroan tetap terjaga dengan program efisiensi yang tepat sasaran dan disiplin operasional secara berkelanjutan.

Di samping itu, secara YoY, beban operasional naik sebesar Rp184,84 miliar atau 13% dari periode yang sama sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya kenaikan di komponen beban umum dan administrasi.

Selain itu, PTBA juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp108,58 miliar, atau naik 6% YoY, terutama disebabkan oleh kenaikan laba dari nilai tukar mata uang asing.

Biaya keuangan tercatat Rp98,99 miliar atau turun 25% YoY seiring dengan penurunan beban bunga dari pinjaman bank. Sedangkan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp438,30 miliar, naik signifikan dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp209,86 miliar.

“Sehingga, Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,65 Triliun,” tegasnya.

Sementara untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sampai dengan 30 Juni 2026 lalu, yang terealisasi sebesar Rp1,09 triliun dengan mayoritas digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim Kramasan, Sumatera Selatan.

Tags: kinerja keuanganPT Bukit Asam Tbkptba
Previous Post

Tepat Waktu dan Akuntabel, Hutama Karya Raih Penghargaan Kementerian Hukum

Next Post

INKINDO Jawa Timur Kunjungi Pabrik Bhirawa Steel, Perkuat Sinergi Industri Konstruksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR