TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar bisa Berbalik Koreksi, Ini Spec Buy Enam Saham Pilihan: INDY, VKTR, RAJA, AMMN, JARR, dan SQMI

Busthomi
2 September 2026 | 07:40
rubrik: Capital Market
Pasar bisa Berbalik Koreksi, Ini Spec Buy Enam Saham Pilihan: INDY, VKTR, RAJA, AMMN, JARR, dan SQMI

Ilustrasi pergerakan saham. FOTO: Istimewa/istockphoto

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.14%, disertai dengan net buy asing ~1.76 Tr. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA dan CPIN.

Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini.

“Dengan level Support IHSG berada di rentang 6540-6570 dan level Resist IHSG berada di kisaran 6620-6700,” sebut dia, Rabu (2/9/2026).

Trading Idea hari ini: INDY, VKTR, RAJA, AMMN, JARR, dan SQMI

  • INDY Spec Buy dengan area beli di 2730-2770, cutloss di bawah 2730. Target dekat di 2790-2830.
  • VKTR Spec Buy dengan area beli di 915-930, cutloss di bawah 915. Target dekat di 945-970.
  • RAJA Buy if Break 825, dengan target dekat di 840-850. Cutloss di bawah 815. 
  • AMMN Spec Buy dengan area beli di 4340-4360, cutloss di bawah 4300. Target dekat di 4410-4450.
  • JARR Spec Buy dengan area beli di 3000-3060, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3100-3140.
  • SQMI Spec Buy dengan area beli di 82-85, cutloss di bawah 82. Target dekat di 91-98.      

Global Overnight Review

Wall Street Anjlok, Harga Minyak Melonjak Tinggi. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Selasa (1/9/2026), dengan Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin.

Kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) dan kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Indeks S&P 500 turun 0,71%; Nasdaq Composite terkoreksi 1,03%; dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,79%.

Tekanan terhadap pasar saham semakin kuat setelah harga minyak melonjak menyusul penyataan Komando Pusat AS bahwa pasukan Amerika menyerang target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran.

BACA JUGA:   Melantai di BEI, Perusahaan Perangkat GPS Tracker Ini Jadi Emiten ke-68

Harga minyak mentah WTI melonjak 5,2%; sedangkan Brent naik 4,6%. Senin (1/9), sebuah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terkena tiga proyektil yang belum diketahui asalnya.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan merespons serangan terbaru Iran terhadap pangkalan Militer AS di kawasan tersebut.

Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang. Selain itu, pasar masih menunggu laporan nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pada Jumat (4/8).

Bursa Asia Melemah, Pasar Tertekan Kenaikan Harga Minyak. Bursa Asia melemah pada perdagangan Selasa (1/9). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15%.

Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,93%; CSI 300 China turun 0,3%; dan ASX 200 Australia sedikit terkoreksi 0,1%. Sedangkan, Taiex Taiwan melesat 1,8%; dan KOSPI Korea Selatan naik 0,23%.

Sementara itu, FTSE Straits Times melemah 0,7%; dan FTSE Malay KLCI turun 1,4%. Di sisi lain, pergerakkan tersebut karena kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang membebani sentimen investor.

Selain itu kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di domestik, BPS melaporkan IHK mencatatkan inflasi sebesar 0,21% MTM atau meningkat dari bulan lalu yang mencatatkan deflasi 0,14% MTM.

Sementara itu, mencatatkan inflasi sebesar 3,19% YoY pada Agust-26, atau meningkat dari bulan lalu sebesar 2,88% YoY. Sementara itu, mencatatkan inflasi 1,86% YTD atau naik dari bulan lalu sebesar 1,65% YTD. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Previous Post

11.800 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Next Post

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham PPGL

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR