TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

VKTR Bidik Pendanaan hingga Rp2 Triliun, Siap Ekspansi Bus dan Truk Listrik

Busthomi
2 September 2026 | 11:28
rubrik: Capital Market
Emiten Kendaraan Listrik Ini Targetkan Produksi 3.000 Unit per Tahun

Ilustrasi bus listrik. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (IDX: VKTR) membuka babak baru dalam pengembangan bisnis kendaraan listrik. Perseroan tengah menjajaki potensi pendanaan hingga Rp2 triliun bersama PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Indicative Non-Binding Term Sheet oleh ketiga pihak pada 28 Agustus 2026 lalu. VKTR menjadi pihak yang direncanakan menerima pendanaan, DIM dan/atau afiliasinya bertindak sebagai investor, sedangkan BNBR sebagai penanggung.

Bagi VKTR, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbesar skala bisnis mobility-as-a-service (MaaS) yang tengah dikembangkan perseroan. Pendanaan yang dijajaki juga diarahkan untuk memperkuat ekspansi kendaraan listrik, terutama melalui pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), VKTR menyebut nilai pokok pendanaan yang masih bersifat indikatif tersebut mencapai sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Pendanaan itu nantinya memiliki hak opsi konversi, dengan mekanisme dan ketentuan yang masih akan ditentukan dalam dokumentasi definitif.

Direktur VKTR, Indah Permatasari Saugi mengatakan penandatanganan term sheet tersebut merupakan bagian dari proses penjajakan dan pembahasan awal antara para pihak.

Dalam keterbukaan informasi yang ditandatanganinya, Rabu (2/9/2026), Indah menyatakan, “penandatangan Term Sheet ini diharapkan menjadi langkah strategis yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan Perseroan dan entitas anak di masa mendatang.”

Namun, VKTR menegaskan bahwa langkah tersebut belum dapat dipandang sebagai realisasi pendanaan. Status non-binding berarti kesepakatan yang ada saat ini baru mencerminkan pembahasan awal dan masih harus dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen definitif.

Dengan demikian, besaran maupun struktur pendanaan final masih dapat berubah sesuai hasil pembahasan lebih lanjut antara para pihak.

BACA JUGA:   BEI Hentikan Sementara Perdagangan DKHH

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa rencana pendanaan antara lain akan digunakan untuk membiayai pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik. Penggunaan dana untuk tujuan lainnya masih akan ditentukan dan disepakati dalam dokumen definitif.

Membidik Pasar Mobilitas Listrik

Langkah VKTR menjajaki pendanaan dalam skala besar tidak terlepas dari posisi perseroan di industri mobilitas berbasis kendaraan listrik.

Berdasarkan keterbukaan informasi, kegiatan usaha VKTR mencakup perdagangan besar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai berikut jasa perawatan, perdagangan komponen, suku cadang dan aksesori, hingga industri perakitan kendaraan listrik melalui perusahaan anak.

Perseroan juga memiliki kegiatan usaha di bidang pengecoran besi dan baja serta manufaktur suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor roda empat atau lebih melalui anak perusahaan.

Dengan basis bisnis tersebut, potensi pendanaan Rp2 triliun dapat menjadi ruang bagi VKTR untuk memperbesar kapasitas bisnis MaaS sekaligus memperluas pemanfaatan kendaraan listrik dalam sektor transportasi.

Dari sisi kondisi perusahaan, VKTR menyatakan penandatanganan term sheet tersebut tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebaliknya, perseroan melihat penjajakan pendanaan ini sebagai langkah strategis yang berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan VKTR dan entitas anak di masa mendatang.

Artinya, untuk saat ini pasar masih perlu melihat langkah tersebut sebagai pintu masuk menuju transaksi pendanaan, bukan sebagai dana Rp2 triliun yang sudah efektif diterima perseroan.

Tags: Bakrie GroupPT VKTR Teknologi Mobilitas TbkVKTR
Previous Post

Asing Kembali Borong Saham Bank Besar, Penguatan IHSG Bisa Berlanjut

Next Post

TRIS Bagi Dividen Interim Rp 7 Miliar, Pembayaran 23 September

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR