TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pentingnya Teknologi Dukung Keselamatan, Bosch Mobility Aftermarket Dorong Pemeriksaan Wiper Berkala

Busthomi
4 September 2026 | 15:01
rubrik: Business Info
Pentingnya Teknologi Dukung Keselamatan, Bosch Mobility Aftermarket Dorong Pemeriksaan Wiper Berkala

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, menyebut teknologi memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, tetapi manfaatnya baru benar-benar terasa ketika inovasi dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata manusia.

“Bagi Bosch, teknologi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Melalui prinsip Invented for Life, kami ingin memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dalam mobilitas, hal tersebut berarti menghadirkan teknologi yang membantu membuat perjalanan menjadi lebih aman, sekaligus dapat diandalkan dalam berbagai kondisi,” ujar Pirmin, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Prinsip tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Bosch di industri otomotif selama lebih dari satu abad. Tahun 2026 menandai 100 tahun teknologi wiper Bosch, yang menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah kebutuhan sederhana dalam berkendara terus mendorong inovasi dari waktu ke waktu.

“Selama 100 tahun, kebutuhan pengemudi mungkin berkembang seiring perubahan kendaraan dan teknologi, tetapi satu hal tetap sama: manusia membutuhkan teknologi yang dapat diandalkan untuk membantu mereka berkendara dengan lebih aman. Karena itu, inovasi bagi kami bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang memahami bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bagi penggunanya,” tambah Pirmin.

Secara global, keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,16 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, dengan jutaan lainnya mengalami cedera.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan di jalan tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor, melainkan membutuhkan kesiapan yang saling terhubung antara pengemudi, kendaraan, jalan, dan lingkungan perjalanan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Aan Suhanan, menekankan bahwa budaya keselamatan tidak berhenti ketika kendaraan dinyatakan lulus uji tipe atau laik jalan.

BACA JUGA:   Pembangunan 8 Ruas Tol Baru di Akhir 2020

Keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan, mulai dari desain, produksi, registrasi, hingga masa operasional.

Hal tersebut disampaikan melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo, dalam diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keselamatan jalan bertumpu pada tiga hal: kendaraan yang laik, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur dan ekosistem yang mendukung.

Ketiganya harus berjalan bersama, dengan sinergi pemerintah, industri, dan pengguna jalan sebagai kuncinya.

“Kegiatan seperti Bosch Safety Driving Campaign ini merupakan salah satu contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Di antara berbagai aspek yang mendukung keselamatan berkendara, visibilitas menjadi salah satu hal yang kerap luput dari perhatian. Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa sebagian besar keputusan pengemudi bergantung pada informasi visual.

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.

Menurut Yannes, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen, sementara kaca yang kotor dapat menurunkan efektivitas kontrol visual pengemudi.

Dari sisi teknis, penurunan performa wiper sering kali terjadi secara bertahap dan tidak selalu langsung disadari pengemudi. Sapuan yang meninggalkan garis air, suara berdecit, gerakan yang tidak mulus, atau bagian kaca yang tidak lagi dibersihkan secara merata merupakan beberapa tanda bahwa wiper mulai kehilangan kemampuannya dalam menjaga pandangan.

Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengatakan bahwa kondisi wiper sebaiknya diperiksa secara berkala, sama seperti komponen kendaraan lainnya.

BACA JUGA:   Wamen Diana Tinjau Kesiapan Posko Nataru 2024/2025 di Jawa Tengah

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda.

Menurut Griselda, memastikan wiper bekerja optimal juga tidak hanya soal kondisi karetnya. Kesesuaian produk dengan kendaraan, pemasangan yang tepat, serta keaslian produk turut menentukan kinerja wiper. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan spesifikasi dan memilih produk dari kanal yang terpercaya agar wiper dapat bekerja sebagaimana mestinya saat dibutuhkan.

Sementara itu, sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan konsumen, distributor memiliki peran penting dalam memastikan informasi produk tersampaikan dengan tepat.

Yoke Pribadi, President Director PT Berkat Otopart Indonesia, menilai edukasi perlu mencakup kesesuaian produk, keaslian, serta kanal pembelian yang tepercaya agar konsumen dapat mengambil keputusan yang tepat dan turut mendukung keselamatan di jalan.

Pada akhirnya, menjaga visibilitas bukan hanya persoalan mengganti satu komponen kendaraan. Ini adalah kebiasaan kecil yang menjadi bagian dari kesiapan yang lebih besar sebelum seseorang memasuki jalan.

Semangat tersebut juga diterjemahkan oleh Bosch melalui Care for Sight, sebuah inisiatif yang membawa perhatian terhadap pentingnya visibilitas dari sisi produk menuju kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal terhadap seluruh kebutuhan kendaraan darurat, melainkan sebagai bagian dari komitmen Bosch untuk terus mendorong kesadaran bahwa kesiapan kendaraan merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas,” jelas Griselda.

Tags: Bosch IndonesiaBosch Mobility Aftermarketkeselamatan berkendarateknologi wiper
Previous Post

Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha

Next Post

JBS Perkasa Kembangkan Pintu Baja Fortress untuk Hunian Modern

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR