TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Perlu Mencermati Area Support

Agus Haryanto
7 September 2026 | 08:18
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,47% ke level 6.636 pada perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut disertai dengan munculnya tekanan jual, sementara area penguatan minimal yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

Demikian terlihat adari riset MNCS Daily Scope Wave 7 September 2026 melalui laman mncsekuritas.id, di Jakarta, hari ini.

Di sisi lain, pada timeframe mingguan, IHSG masih mencatat penguatan sebesar 1,82% yang disertai peningkatan volume pembelian.

Secara teknikal, dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan telah berada di penghujung wave v dari wave (c). Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya koreksi, dengan area terdekat yang perlu diperhatikan berada di level 6.578–6.626.

Support: 6.561 dan 6.476
Resistance: 6.705 dan 6.755

AMRT – Trading Buy

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terkoreksi 1,13% ke level Rp1.310. Pergerakan tersebut disertai munculnya tekanan jual.

Secara teknikal, AMRT diperkirakan sedang berada di penghujung wave (a) dari wave [y]. Berdasarkan analisis tersebut, area Rp1.280–Rp1.300 menjadi level yang dapat dicermati untuk strategi trading buy.

Area Trading Buy: Rp1.280–Rp1.300
Target Harga: Rp1.345 dan Rp1.365
Stop Loss: di bawah Rp1.270

ELSA – Buy on Weakness

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) melemah 2,01% ke level Rp730, disertai dengan munculnya tekanan jual.

Secara teknikal, posisi ELSA diperkirakan berada pada tahap awal wave 2 dari wave (C). Investor dapat mencermati area Rp695–Rp720 sebagai area buy on weakness.

Area Buy on Weakness: Rp695–Rp720
Target Harga: Rp780 dan Rp830
Stop Loss: di bawah Rp660

SSMS – Buy on Weakness

Saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menguat 0,42% ke level Rp1.185. Namun, penguatan tersebut masih disertai dengan munculnya tekanan jual.

BACA JUGA:   IHSG Ditutup di Zona Merah, Tekanan Jual Warnai Perdagangan Bursa

Secara teknikal, posisi SSMS diperkirakan sedang berada pada bagian wave (iv) dari wave [v] pada label hitam.

Area Rp1.065–Rp1.165 menjadi level yang dapat dicermati untuk strategi buy on weakness.

Area Buy on Weakness: Rp1.065–Rp1.165
Target Harga: Rp1.265 dan Rp1.365
Stop Loss: di bawah Rp1.020

INDY – Sell on Strength

Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terkoreksi ke level Rp2.790 dan masih menghadapi tekanan jual. Meski demikian, koreksi saham tersebut masih tertahan oleh moving average (MA) 200 hari.

Secara teknikal, posisi INDY diperkirakan berada pada bagian akhir wave 5 dari wave (A). Dengan kondisi tersebut, potensi penguatan saham dinilai relatif terbatas dan masih terdapat risiko terjadinya koreksi.

Area koreksi terdekat INDY diperkirakan berada di kisaran Rp2.470–Rp2.640. Sementara itu, area Rp2.820–Rp2.910 dapat dicermati untuk strategi sell on strength.

Area Sell on Strength: Rp2.820–Rp2.910
Area Koreksi Terdekat: Rp2.470–Rp2.640

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

BEI Setop Sementara Perdagangan Saham NATO, Harga Kumulatif Naik Signifikan

Next Post

Awal Pekan Pasar Cenderung Datar, Koleksi Enam Saham Ini: BUMI, BBNI, BREN, VKTR, AALI, dan BWPT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR