TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terus Ekspansif, ISSP Bukukan Laba Bersih Rp240,5 Miliar, Naik Double Digit

Busthomi
7 September 2026 | 16:22
rubrik: Capital Market
Terus Ekspansif, ISSP Bukukan Laba Bersih Rp240,5 Miliar, Naik Double Digit

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (IDX: ISSP) atau Perseroan, salah satu perusahaan manufaktur pipa baja terbesar dan terdepan di Indonesia, telah menyelenggarakan Paparan Publik 2026 pada Senin (7/9) melalui acara Public Expose Live yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia dan IDX Channel.

Kegiatan ini dihadiri oleh Johanes Edward selaku Chief Strategy and Business Development Officer, Corporate Secretary and Investor Relation dan Tedja Sukmana Hudianto selaku Wakil Direktur Utama.

Pada kesempatan ini, ISSP menyampaikan perkembangan operasional dan kinerja keuangan Perseroan selama semester pertama tahun 2026.

ISSP membukukan pendapatan sebesar Rp2,84 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba kotor meningkat 14,7% menjadi Rp597,6 miliar, lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan, sehingga margin laba kotor menguat dari 19,9% menjadi 21,1%. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp240,5 miliar, tumbuh 12,7% secara tahunan.

Pada posisi keuangan, total aset Perseroan mencapai Rp10,4 triliun, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp4,6 triliun.

“Kenaikan total aset terutama berasal dari peningkatan nilai persediaan yang dipengaruhi oleh barang dalam perjalanan (goods in transit) yang masih tercatat sebagai persediaan pada akhir periode,” ujar Johanes Edward, dalam paparan Public Expose Live 2026, Senin (7/6/2026).

Selain itu, peningkatan persediaan juga mencerminkan bertambahnya bahan baku dan barang jadi seiring dengan tingginya permintaan proyek sepanjang kuartal II 2026.

Tingginya permintaan proyek juga turut meningkatkan kebutuhan modal kerja Perseroan, tercermin dari tingginya nilai persediaan, piutang usaha, dan utang usaha.

Faktor ini menyebabkan utang bank jangka pendek mengalami peningkatan signifikan dan total liabilitas naik 46% dibanding kuartal I. Kondisi tersebut juga mempengaruhi rasio keuangan yaitu Debt-to-Equity Ratio (DER) menjadi sebesar 0,81 kali.

BACA JUGA:   Fundamental Bisnis Non-COVID Menguat, Bundamedik Catat Pendapatan Naik 49% di 2021

Meskipun demikian, rasio likuiditas Perseroan tetap terjaga, dengan aset lancar sebesar Rp6,34 triliun dan liabilitas lancar sebesar Rp3,10 triliun, menghasilkan current ratio sebesar 205%.

“Arus kas bersih yang digunakan untuk operasional tercatat sebesar Rp1,10 triliun, nilai ini mencerminkan peningkatan kebutuhan modal kerja, termasuk pembayaran kepada pemasok dan penambahan persediaan untuk mendukung kebutuhan produksi dan proyek,” sebutnya.

Perseroan juga melakukan pembayaran obligasi dan sukuk sebesar Rp500,55 miliar sebagai bagian dari pengelolaan jatuh tempo dan struktur pendanaan.

Dengan pengelolaan arus kas dan struktur pendanaan tersebut, posisi kas Perseroan tetap terjaga dengan saldo kas akhir sebesar Rp680 miliar pada akhir Semester I 2026.

Dari sisi ekspansi, kata dia, pembangunan Unit 7 di Gresik terus menunjukkan perkembangan positif. “Fasilitas warehouse dan lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci sudah beroperasi, sementara mesin untuk lini produksi pipa hingga 20 inci sedang dalam proses pengiriman,” katanya.

Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat memperluas portofolio produk, khususnya untuk segmen produk bernilai tambah dan bermargin tinggi yang sebelumnya belum dapat diproduksi oleh Perseroan.

Sejalan dengan ekspansi kapasitas dan diversifikasi produk, ISSP melihat peluang pertumbuhan dari berbagai proyek pembangunan nasional dan sektor industri.

Perseroan berkomitmen untuk mendukung kebutuhan infrastruktur melalui penyediaan produk pipa baja untuk berbagai proyek, antara lain pembangunan Sekolah Rakyat, program perumahan, peternakan ayam, data center, penguatan ketahanan energi, kawasan industri, serta pembangunan sistem irigasi dan penyediaan air bersih.

Di sektor energi, ISSP juga telah berpartisipasi dalam penyediaan pipa untuk proyek transmission pipeline Dumai–Sei Mangkei (DUSEM), yang merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur transmisi gas nasional.

“Beragamnya sektor dan proyek tersebut memberikan peluang bagi Perseroan untuk terus memperluas pasar sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia,” kata dia.

BACA JUGA:   Pasar Properti kian Positif, APLN Raih Pendapatan Rp4,26 Triliun Sepanjang 2021

Dengan dukungan diversifikasi produk, ekspansi kapasitas, dan peluang dari berbagai sektor pembangunan nasional, ISSP akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara kinerja keuangan, tanggung jawab sosial, dan aspek lingkungan.

Tags: ISSPkinerja keuanganPapan Public Live 2026PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
Previous Post

Pendaftaran Beasiswa FIFGROUP Young Leader 2026 Dibuka, Dukung Generasi Pemimpin Muda

Next Post

IHSG Ditutup Melemah, Pasar Dibayangi Aksi Ambil Untung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR